KUNINGAN – Bangku kuliah sudah semestinya menjadi kawah candradimuka bagi pembentukan watak dan daya kritis, bukan sekadar jalur formalitas mengejar selembar kertas ijazah. Penegasan ini disampaikan Bupati Kuningan, Dr. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat membuka Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaba) Universitas Muhammadiyah Kuningan Tahun Akademik 2026 di lapang Kampus I, Senin (14/9/2026).
Di hadapan jajaran pimpinan universitas, sivitas akademika, serta ratusan mahasiswa baru, Bupati Dian mengingatkan hakikat beruntungnya generasi muda yang hari ini berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi. Pasalnya, akses menuju bangku perkuliahan masih menjadi mimpi yang belum terjangkau bagi banyak pemuda sebaya mereka.
“Jangan pernah menganggap kuliah hanya kelanjutan formalitas setelah SMA, dan jangan melihat kampus hanya sebagai tempat berburu ijazah. Di sini kalian belajar ilmu, tetapi lebih dari itu, kalian belajar cara berpikir, mengambil keputusan, menghargai perbedaan, dan menemukan jati diri,” ujar Bupati Dian.
Menurut Bupati Dian, tolak ukur kesuksesan seorang sarjana tak lagi dihitung dari deretan nilai mutlak atau tingginya gelar akademis, melainkan sejauh mana kemampuan dan keilmuannya berdampak bagi masyarakat luas. “Jangan hanya mengejar nilai, tetapi kejarlah ilmu. Jangan hanya ingin jadi orang pintar, jadilah orang yang bermanfaat,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Kuningan, lanjut Bupati Dian, menaruh harapan besar pada generasi mahasiswa masa kini. Tantangan daerah ke depan menuntut lahirnya sumber daya manusia yang adaptif terhadap lompatan teknologi tanpa tercerabut dari etika dan akar budayanya.
“Kuningan memerlukan anak-anak muda yang berani bermimpi besar, sekaligus siap berpeluh memperjuangkannya. Kita butuh generasi yang berpikiran global, tetapi tidak kehilangan jati dirinya sebagai orang Kuningan,” tegasnya.
Bupati Dian merinci, apa pun ladang pengabdian yang akan ditekuni mahasiswa di masa depan, mulai dari birokrat, wirausahawan, guru, hingga periset, etika publik dan kepedulian sosial harus menjadi kompas moral utama.
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Daerah mengapresiasi konsistensi Universitas Muhammadiyah Kuningan yang terus berkomitmen melahirkan lulusan berkarakter, berintegritas, dan siap mengabdi demi kemajuan daerah.
Menutup sambutannya, Dian memotivasi mahasiswa baru untuk aktif terlibat dalam dinamika organisasi kemahasiswaan serta memupuk keberanian bersikap. “Masa depan tidak diberikan kepada mereka yang hanya menunggu, melainkan dibangun oleh mereka yang berani belajar, berani berjuang, dan tidak takut gagal,” tuturnya seraya meresmikan pembukaan Mastamaba 2026.


.png)