KUNINGAN, ( pemudakuningan ) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Linggajati Kabupaten Kuningan terus mematangkan persiapan menghadapi penilaian akreditasi utama yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar survei simulasi akreditasi selama dua hari untuk mengevaluasi kesiapan rumah sakit sekaligus mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu dibenahi.
Kegiatan simulasi tersebut melibatkan tim surveyor akreditasi independen yang melakukan penilaian terhadap kesiapan rumah sakit secara menyeluruh. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam meningkatkan mutu pelayanan, pemenuhan standar akreditasi, serta keselamatan pasien.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat Ketua Dewan Pengawas RSUD Linggajati, mengapresiasi pelaksanaan survei simulasi tersebut. Ia menegaskan, seluruh catatan dan rekomendasi dari tim surveyor akan menjadi perhatian serius untuk segera ditindaklanjuti bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan.
Menurutnya, RSUD Linggajati memiliki posisi strategis karena berada di wilayah utara Kabupaten Kuningan dan berbatasan langsung dengan Kota serta Kabupaten Cirebon. Posisi tersebut menjadi peluang besar bagi rumah sakit untuk terus berkembang sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan bagi masyarakat Kuningan dan daerah sekitarnya.
Untuk mewujudkan potensi tersebut, penguatan pelayanan perlu dibarengi dengan peningkatan sarana dan prasarana, kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan kemitraan dengan puskesmas, rumah sakit lain, dan pihak swasta.
“RSUD Linggajati merupakan salah satu rumah sakit kebanggaan daerah. Catatan evaluasi dari tim penilai akreditasi akan kami jadikan prioritas pembenahan. Keterbatasan fiskal daerah bukan menjadi penghalang bagi pemenuhan sarana dan prasarana penting, melainkan akan kami upayakan secara bertahap. Semua hasil ini akan segera dilaporkan kepada Bupati Kuningan selaku pemilik rumah sakit,” tegasnya, Selasa (20/10/2026).
Selain menyoroti persiapan akreditasi, Sekda juga mengungkapkan adanya tren pemulihan positif dalam perkembangan RSUD Linggajati selama satu tahun terakhir di bawah kepemimpinan direktur saat ini.
Pemulihan tersebut ditandai dengan meningkatnya kembali kepercayaan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR).
Berdasarkan data per September 2026, BOR RSUD Linggajati tercatat mencapai 55,9 persen. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran 30 persen.
Peningkatan ini menjadi salah satu indikator perkembangan pemanfaatan layanan rumah sakit. Meski demikian, upaya peningkatan mutu pelayanan harus terus dilakukan agar kepercayaan masyarakat dapat dipertahankan dan ditingkatkan.
Sementara itu, Direktur RSUD Linggajati, dr. Eva Maya, menjelaskan bahwa survei simulasi yang dilaksanakan pada Oktober 2026 bertujuan memetakan kondisi riil rumah sakit sebelum menghadapi penilaian akreditasi resmi.
Melalui kegiatan tersebut, manajemen memperoleh masukan dari tim surveyor mengenai berbagai aspek pelayanan dan kesiapan rumah sakit dalam memenuhi standar akreditasi.
“Survei simulasi ini memberikan banyak masukan penting dari tim surveyor. Masukan ini menjadi modal kami untuk terus berbenah dalam meningkatkan mutu layanan dan mengutamakan keselamatan pasien (patient safety),” tutur dr. Eva.
Ia menegaskan, hasil simulasi akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk memperkuat kesiapan menghadapi penilaian pada November mendatang.
Perbaikan dilakukan dengan mengacu pada rekomendasi tim surveyor, sehingga berbagai kekurangan yang ditemukan dalam simulasi dapat segera ditindaklanjuti sebelum pelaksanaan survei resmi.
Bagi RSUD Linggajati, akreditasi bukan sekadar upaya memenuhi standar penilaian, melainkan juga momentum untuk memperkuat tata kelola rumah sakit, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas utama.
Dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan serta komitmen seluruh jajaran manajemen dan tenaga kesehatan, RSUD Linggajati optimistis dapat menghadapi penilaian akreditasi utama dengan persiapan yang lebih matang.
Harapannya, upaya pembenahan tersebut tidak hanya menghasilkan capaian akreditasi yang baik, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, aman, dan terpercaya bagi masyarakat Kabupaten Kuningan maupun wilayah sekitarnya.



.png)