KUNINGAN, ( pemudakuningan ) – Di tengah derasnya arus informasi digital yang bergerak cepat, jurnalis dituntut tidak sekadar menjadi yang pertama dalam menyampaikan berita, tetapi juga menjadi pihak yang memastikan kebenaran informasi. Kecepatan tanpa verifikasi berisiko menyesatkan publik, sementara berita yang akurat dan berimbang menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Jurnalis Gathering & Capacity Building yang digelar Pokja Wartawan Polres Kuningan di Talaga Surian Camp, Palutungan, Kabupaten Kuningan, Jumat (16/10/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ucu Suryana, M.Si., hadir sebagai narasumber didampingi Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Nana Suhendra, M.Pd. Dalam kesempatan itu, Ucu membawakan materi bertajuk “Literasi Media dan Tantangan Disinformasi: Strategi Publikasi Berita di Era Digital”.
Mengusung tema “Sendiri Kita Setetes, Bersama Kita Lautan, Bersinergi, Berkolaborasi, Menguatkan Negeri”, kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kapasitas insan pers dalam menghadapi tantangan jurnalistik yang semakin kompleks.
Dalam pemaparannya, Ucu Suryana menyoroti perubahan pola masyarakat dalam memperoleh informasi. Berita kini tidak hanya dikonsumsi melalui portal media daring, tetapi juga menyebar melalui media sosial, video pendek, hingga grup percakapan.
Perubahan tersebut membuka peluang bagi informasi untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Namun, pada saat yang sama, penyebaran hoaks, informasi keliru, dan konten manipulatif juga semakin sulit dibendung.
Karena itu, jurnalis dituntut memiliki kemampuan verifikasi yang kuat. Informasi yang beredar di ruang digital tidak seharusnya langsung dipublikasikan hanya karena sedang ramai diperbincangkan atau berpotensi mendatangkan banyak pembaca.
Akurasi, keberimbangan, dan tanggung jawab harus tetap menjadi prinsip utama. Berita boleh dikemas menarik, tetapi tidak boleh mengorbankan fakta demi sensasi maupun popularitas.
Tantangan tersebut semakin besar dengan berkembangnya kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang memungkinkan foto, video, dan rekaman suara dimanipulasi sehingga tampak meyakinkan.
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan sumber informasi, tanggal, konteks, keaslian konten, serta konfirmasi kepada pihak terkait menjadi langkah penting sebelum berita diterbitkan.
Jurnalis juga perlu membedakan secara tegas antara fakta, dugaan, dan opini. Jika ditemukan kesalahan dalam pemberitaan, koreksi harus dilakukan secara terbuka dan bertanggung jawab.
Selain membahas literasi media, kegiatan tersebut turut menyoroti pentingnya hubungan antara pemerintah dan pers dalam membangun komunikasi publik yang sehat.
Pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan informasi publik dan memberikan respons terhadap permintaan konfirmasi. Sementara itu, pers menjalankan fungsi jurnalistik, menyampaikan informasi kepada masyarakat, serta melakukan pengawasan dan kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.
Keduanya dapat membangun komunikasi yang produktif melalui keterbukaan informasi dan profesionalisme.
Namun, sinergi tidak boleh dimaknai sebagai hilangnya batas antara kemitraan dan independensi. Pers tetap memiliki tanggung jawab kepada publik untuk menyampaikan fakta, menguji informasi, dan mengkritisi kebijakan apabila ditemukan persoalan yang layak diberitakan.
Kritik yang disampaikan berdasarkan fakta justru dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah dalam memperbaiki kebijakan maupun kualitas pelayanan publik.
Dengan demikian, keterbukaan informasi dan kebebasan pers bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan beriringan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan dan masyarakat yang semakin kritis.
Ketua Pokja Wartawan Polres Kuningan, Elly Said Karta, menjelaskan bahwa kegiatan Jurnalis Gathering & Capacity Building merupakan agenda silaturahmi yang diupayakan berlangsung setiap tahun.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya kegiatan dilaksanakan secara sederhana melalui diskusi, pertemuan, dan makan bersama, kali ini panitia memilih konsep camping di kawasan Talaga Surian.
Konsep tersebut diharapkan menciptakan suasana yang lebih santai dan akrab sehingga komunikasi serta solidaritas di antara para jurnalis semakin kuat.
Elly berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai sarana mempererat silaturahmi insan pers sekaligus memperkuat peran jurnalis dalam mengawal pembangunan daerah.
Ia juga mengakui bahwa keterbatasan dukungan donatur dan sponsor membuat belum seluruh jurnalis dapat terakomodasi dalam kegiatan tahun ini. Meski demikian, kondisi tersebut diharapkan tidak mengurangi semangat untuk membangun kebersamaan dan komunikasi antarsesama insan pers.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (16–17 Oktober 2026). Berdasarkan susunan acara, sejumlah narasumber lain yang dijadwalkan memberikan materi antara lain Dandim 0615 Kuningan dan Kapolres Kuningan.
Agenda juga mencakup kegiatan kebersamaan bersama Bupati, Wakil Bupati, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan pada Jumat malam, dilanjutkan olahraga bersama dan fun games pada Sabtu pagi.
Di tengah perkembangan teknologi informasi, tantangan dunia jurnalistik bukan hanya menghadapi maraknya hoaks, tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.
Kepercayaan tersebut tidak dibangun melalui seberapa sering sebuah berita menjadi viral, melainkan melalui konsistensi media dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, terverifikasi, dan berpihak pada kepentingan publik.
Pada saat yang sama, keterbukaan pemerintah dalam memberikan informasi dan merespons konfirmasi menjadi bagian penting dalam mendukung kerja jurnalistik yang profesional.
Melalui kegiatan ini, penguatan kapasitas jurnalis diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat di Kabupaten Kuningan.
Sebab, pers yang profesional tidak hanya dituntut cepat menyampaikan berita, tetapi juga berani menguji fakta, menjaga independensi, dan menjalankan fungsi kontrol sosial demi kepentingan masyarakat.



.png)