Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Eksekutif Headline legislatif News OKP Pembayaran Tunjangan DPRD Kuningan 2026 Gunakan Diskresi, Abaikan Evaluasi Gubernur
Eksekutif Headline legislatif News OKP

Pembayaran Tunjangan DPRD Kuningan 2026 Gunakan Diskresi, Abaikan Evaluasi Gubernur

Abas
Abas
30 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, ( PK ) – Kebijakan pembayaran tunjangan DPRD Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2026 menuai sorotan serius. Hal ini diduga dilakukan tanpa dasar hukum yang jelas, serta mengabaikan hasil evaluasi dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Pada 23 Desember 2025, Gubernur Jawa Barat melalui surat resmi menyampaikan hasil evaluasi terhadap Rancangan APBD (RAPBD) Kabupaten Kuningan tahun 2026 yang ditujukan kepada Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar. Dalam evaluasi tersebut, Pemkab Kuningan diminta untuk mengedepankan kehati-hatian, efisiensi anggaran, serta rasionalisasi target pendapatan, mengingat kondisi fiskal daerah yang terbatas dan berpotensi mengalami defisit.

Beberapa poin penting dalam evaluasi tersebut antara lain:

• Mode efisiensi ketat: Pemkab diminta menerapkan efisiensi tinggi guna mencegah gagal bayar, mengingat adanya tunda bayar pada tahun sebelumnya.

• Target PAD realistis: Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditetapkan sekitar Rp400 miliar agar lebih terukur dan tidak terlalu bergantung pada dana pusat.

• Kontribusi BUMD rendah: Proyeksi setoran PAD dari BUMD hanya Rp6,989 miliar, sehingga perlu peningkatan kinerja.

• Prioritas infrastruktur: Fokus pembangunan diarahkan pada jalan dan irigasi dengan pengawasan ketat untuk mencegah kebocoran anggaran.

• Pengelolaan Dana Opsen PKB: Dana sebesar Rp55 miliar harus dikelola hati-hati agar tidak menimbulkan risiko hukum.

• Tunjangan DPRD wajib berbasis appraisal: Besaran tunjangan harus melalui penilaian tim independen dan ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah (Perbup).

Namun, dalam pelaksanaannya, Kepala BPKAD Kabupaten Kuningan, Deden Kurniawan Sopandi, diduga tidak mempedomani hasil evaluasi tersebut. Pembayaran tunjangan DPRD tetap dilakukan sejak Januari hingga Maret 2026, meskipun belum terdapat Peraturan Bupati (Perbup) sebagai dasar hukum.

Padahal, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017, seluruh komponen tunjangan DPRD harus memiliki dasar hukum yang jelas, termasuk Standar Biaya Umum (SBU) yang ditetapkan melalui Perkada.

Adapun rincian pembayaran yang telah dilakukan adalah:

• Januari: Rp2.553.017.814

• Februari: Rp242.730.396

• Maret: Rp242.730.396

Menariknya, pembayaran tersebut dimasukkan dalam komponen belanja gaji secara gelondongan. Namun, beberapa item tunjangan tetap dapat dicairkan secara terpisah melalui mekanisme diskresi. Hal ini memunculkan pertanyaan besar mengenai dasar acuan yang digunakan, mengingat Perbup sebagai payung hukum belum tersedia.

Diduga, pencairan ini dimungkinkan karena adanya perintah untuk menginput komponen tersebut ke dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) Keuangan, yang kemudian dijadikan dasar penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Sekretariat DPRD.

Lebih jauh, persoalan ini bukan yang pertama. Dugaan kasus serupa pada tahun 2024 dan 2025 kini tengah menjadi sorotan publik. Puluhan miliar rupiah anggaran diduga telah dicairkan tanpa dasar hukum yang sah, khususnya untuk tunjangan komunikasi intensif, perumahan, transportasi, dan reses.

Kondisi ini berpotensi menimbulkan kerugian keuangan daerah dan masuk dalam ranah tindak pidana korupsi. Pasalnya, regulasi secara tegas mewajibkan adanya Peraturan Bupati sebagai dasar pemberian tunjangan tersebut.

Atas dasar itu, publik mendesak Bupati Kuningan untuk segera mengambil langkah tegas dengan:

• Menegur Kepala BPKAD,

• Menghentikan sementara seluruh pencairan tunjangan DPRD, khususnya untuk bulan April 2026,

• Serta memastikan penerbitan Peraturan Bupati sebagai dasar hukum sebelum pembayaran kembali dilakukan.

Langkah ini dinilai penting untuk menjaga tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan bebas dari potensi pelanggaran hukum.



.AY

Via Eksekutif
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Wabup Tuti Tinjau Dampak Banjir dan Longsor, Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga Terdampak

Abas- Maret 29, 2026 0
Wabup Tuti Tinjau Dampak Banjir dan Longsor, Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga Terdampak
KUNINGAN, ( PK ) – Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, turun langsung meninjau bangunan dapur MBG serta kondisi hunian warga yang terdampak banjir akibat lua…

Most Popular

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Maret 28, 2026
ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Maret 28, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Maret 28, 2026
ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Maret 28, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us