KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter
KUNINGAN, ( PK ) — KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Kuningan mengutuk keras dugaan tindakan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh sekelompok oknum suporter Persija usai kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan sepak bola.
Peristiwa tersebut dikabarkan terjadi setelah kegiatan nobar berakhir. Korban yang diketahui mengenakan jersey Persib diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah oknum suporter Persija. Insiden ini pun memicu keprihatinan berbagai pihak karena dinilai mencederai semangat sportivitas serta mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Kuningan menilai tindakan kekerasan tersebut tidak dapat dibenarkan dalam alasan apa pun, terlebih korban masih berstatus anak di bawah umur.
Komandan KOTI (Dankoti) Mahatidana Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Kuningan, Asep Hermansyah, menegaskan bahwa pihaknya mengecam keras aksi brutal tersebut dan mendukung penuh langkah aparat penegak hukum dalam menangani kasus itu secara tegas dan profesional.
“Kami mengutuk keras tindakan kekerasan terhadap anak di bawah umur tersebut. Sepak bola seharusnya menjadi ajang pemersatu, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan anarkis,” tegas Asep Hermansyah.
Ia juga menyampaikan bahwa KOTI Mahatidana siap bersinergi dengan aparat penegak hukum (APH) dalam menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kuningan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“KOTI Mahatidana akan selalu hadir membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami mendukung aparat penegak hukum untuk menindak tegas para pelaku sesuai aturan hukum yang berlaku,” lanjutnya.
Selain itu, KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Kuningan mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya para suporter sepak bola, agar lebih mengedepankan persaudaraan, menjaga ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh tindakan yang dapat memicu konflik antarsuporter.
Menurutnya, rivalitas dalam sepak bola harus tetap berada dalam koridor sportivitas dan tidak boleh berkembang menjadi aksi kekerasan yang merugikan banyak pihak, apalagi sampai mengancam keselamatan anak-anak dan masyarakat umum.
Rilis media ini disampaikan sebagai bentuk sikap tegas KOTI Mahatidana Pemuda Pancasila MPC Kabupaten Kuningan dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Kuningan.
.AY

Posting Komentar