Reuni BHONET Baok, Bupati Kuningan Tekankan Pentingnya Kekuatan Sosial dalam Pembangunan
KUNINGAN, ( PK ) – Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan bahwa kekompakan dan kepedulian sosial masyarakat merupakan fondasi utama dalam mendorong pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Reuni Akbar BHONET (Bhocah Nekat) lintas generasi yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal Idulfitri 1 Syawal 1447 H, santunan anak yatim, serta hiburan rakyat di halaman Kantor Balai Desa Baok, Kecamatan Ciwaru, Selasa (24/3/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Karang Taruna Bina Muda (Sub BHONET) Desa Baok tersebut menjadi potret nyata kolaborasi lintas generasi yang tidak hanya menjaga silaturahmi, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Dian mengaku bangga dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Baok yang dinilainya memiliki semangat gotong royong yang kuat dan konsisten.
“Ini bukan sekadar reuni, tetapi energi sosial yang luar biasa. Saya melihat bagaimana kebersamaan ini mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Jika semangat seperti ini tumbuh di seluruh desa, maka percepatan pembangunan di Kabupaten Kuningan akan semakin terasa,” ujarnya.
Ia menekankan, pembangunan tidak hanya diukur dari aspek fisik semata, melainkan juga dari kekuatan nilai-nilai sosial yang hidup di tengah masyarakat.
“Jalan dan gedung itu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana kita membangun kebahagiaan, kepedulian, dan rasa saling memiliki. Desa yang kuat secara sosial akan melahirkan pembangunan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Menurutnya, kegiatan yang menggabungkan hiburan rakyat dengan aksi sosial merupakan refleksi nilai kebersamaan yang tetap terjaga pasca-Ramadan.
“Di tengah suasana hiburan, masih ada ruang untuk berbagi dengan anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Inilah esensi kebersamaan yang harus terus kita rawat,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Baok, Supardi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan hasil kekompakan komunitas BHONET yang telah eksis sejak era 1980-an dan terus berkembang menjadi kekuatan sosial di desa.
“Dalam kurun waktu enam bulan, kami berhasil menghimpun dana dari iuran anggota dan donatur yang kemudian disalurkan untuk santunan anak yatim, lansia, serta mendukung kegiatan keagamaan, termasuk bantuan untuk Masjid Jami Nurul Islam,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sinergi antar komunitas seperti BHONET, Demang, dan Gnapul di bawah naungan Karang Taruna menjadi motor penggerak berbagai kegiatan sosial di Desa Baok.
Kegiatan berlangsung meriah dan penuh kehangatan, dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, pemuda, serta warga lintas generasi. Momentum ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa pembangunan desa dapat tumbuh dari kekuatan kebersamaan dan kepedulian sosial masyarakat.
.AY

Posting Komentar