Pasca Kematian Massal, Pemkab Kuningan Siapkan Pelepasan Seribu Ikan Dewa di Kolam Cigugur
KUNINGAN, ( PK ) – Pasca peristiwa kematian ratusan Ikan Dewa yang sempat menjadi perhatian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perikanan dan Peternakan kini bersiap melakukan pelepasan kembali sekitar seribu ekor Ikan Dewa di kolam Cigugur.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pelestarian sekaligus pemulihan habitat ikan yang selama ini dikenal sebagai ikon budaya dan kekayaan hayati Kabupaten Kuningan.
Kabid Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Kuningan, Denny Rianto, mengatakan bahwa saat ini ribuan benih Ikan Dewa sudah disiapkan dan tinggal menunggu arahan dari Bupati Kuningan untuk proses pelepasan.
“Ikan Dewa sudah siap untuk dilepas di kolam Cigugur. Jumlahnya sekitar seribu ekor dan kami menunggu instruksi dari Bupati,” ujar Denny.
Menurutnya, pelepasan ikan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Pihaknya terlebih dahulu memastikan kondisi kolam benar-benar layak dan aman agar kejadian kematian massal tidak kembali terulang.
Ia menjelaskan, sejumlah parameter kualitas air menjadi perhatian utama, mulai dari debit air, sirkulasi oksigen, hingga kebersihan dan aliran air di kawasan kolam.
“Kondisi kolam harus memenuhi standar terlebih dahulu. Debit air harus sehat, kadar oksigen tercukupi, dan sirkulasi air berjalan baik sehingga ikan dapat hidup dengan normal,” jelasnya.
Peristiwa kematian ratusan Ikan Dewa sebelumnya menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Selain karena jumlahnya yang cukup banyak, Ikan Dewa memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat Cigugur dan Kabupaten Kuningan secara umum.
Ikan Dewa sendiri dikenal sebagai ikan langka yang hidup di kawasan mata air dan kolam keramat Cigugur. Keberadaannya tidak hanya menjadi daya tarik wisata religi dan budaya, tetapi juga simbol kearifan lokal masyarakat dalam menjaga kelestarian alam.
Karena itu, Pemkab Kuningan menegaskan komitmennya untuk menjaga populasi Ikan Dewa agar tetap lestari dan terhindar dari ancaman kerusakan lingkungan.
Denny berharap seluruh pihak, termasuk masyarakat sekitar, ikut menjaga ekosistem kolam agar habitat Ikan Dewa tetap terpelihara.
“Ikan Dewa termasuk ikan langka yang harus dilestarikan oleh kita semuanya. Mudah-mudahan ke depan tidak terjadi lagi musibah kematian ikan seperti kemarin,” pungkasnya.
.AY

Posting Komentar