KUNINGAN, ( pemudakuningan ) — Ratusan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), petani, hingga peternak di Kabupaten Kuningan menyatakan sikap tegas untuk menggelar aksi demonstrasi tandingan pada Senin, 26 Oktober 2026. Aksi ini digalang sebagai bentuk reaksi mendalam atas tuduhan dan pergerakan yang dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Frontal terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para pelaku usaha lokal menilai narasi yang diusung LSM Frontal tidak merepresentasikan suara masyarakat Kuningan secara keseluruhan serta berpotensi merugikan mata pencaharian warga setempat.
Ali, salah seorang pemasok (supplier) sayuran untuk sejumlah dapur MBG di Kabupaten Kuningan, mengecam keras tudingan yang dilayangkan LSM Frontal. Menurutnya, program MBG telah memberikan dampak ekonomi nyata bagi rantai pasok pangan lokal.
"Kami mengecam keras aksi LSM Frontal yang jelas-jelas memfitnah Program Makan Bergizi Gratis. Kalian mewakili masyarakat Kuningan yang mana? Apa kontribusi kalian kepada rakyat Kuningan?" tegas Ali dengan nada geram saat memberikan keterangan kepada media.
Senada dengan Ali, gelombang dukungan terhadap program MBG terus menguat di tingkat basis pergerakan ekonomi rakyat. Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 500 orang pelaku UMKM, petani, dan peternak telah mendaftarkan diri untuk turun ke jalan dalam aksi tandingan tersebut.
Aksi massa pelaku usaha lokal ini berada di bawah komando Yuyun Sukesih, seorang pedagang daging ayam potong di Kuningan. Yuyun menegaskan bahwa keberadaan dapur-dapur MBG telah memberikan angin segar bagi keberlanjutan usaha kecil dan perekonomian warga.
"Saya dan rekan-rekan akan melawan pergerakan LSM Frontal. Ekonomi saya dan rekan-rekan sangat terbantu dengan adanya dapur MBG ini," ujar Yuyun mantap.
Aksi damai tandingan yang dijadwalkan berlangsung bersamaan dengan aksi LSM Frontal pada Senin (26/10/2026) mendatang diperkirakan akan menyuarakan aspirasi para pekerja dan pemasok lokal agar program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat kecil tidak diintervensi oleh kepentingan kelompok tertentu.



.png)