Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Post ADS 1

Tag Terpopuler

Goong Renteng Cibogo Berusia 500 Tahun, Bupati Dian Dorong Pelestarian dan Museum

Senin, 05 Oktober 2026 | 06.42 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-05T13:42:59Z


KUNINGAN, ( pemudakuningan ) – Dentang alat musik tradisional Goong Renteng menyambut kedatangan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat mengunjungi Pasar Renteng di Blok Cibogo, Desa Kadugede, Kecamatan Kadugede, Minggu (4/10/2026).


Di balik suara khasnya, Goong Renteng menyimpan jejak sejarah dan kearifan lokal masyarakat Cibogo yang diperkirakan telah diwariskan selama sekitar lima abad.


Keberadaan Goong Renteng hingga kini menjadi salah satu kekayaan budaya yang masih dipertahankan masyarakat setempat. Alat musik tradisional tersebut bukan sekadar perangkat kesenian, tetapi juga menjadi penanda identitas serta bagian dari kehidupan sosial masyarakat Cibogo.


Goong Renteng biasanya dimainkan pada momentum tertentu, termasuk saat pelaksanaan Pasar Renteng. Dentang alat musik tersebut menjadi bagian dari tradisi penyambutan tamu sekaligus sarana memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda.


Bupati Dian: Ini Warisan yang Harus Dijaga


Bupati Dian mengaku terkesan melihat Goong Renteng yang masih terpelihara dan dimainkan masyarakat di tengah perkembangan zaman.


Menurutnya, warisan budaya yang telah berusia ratusan tahun memiliki nilai sejarah yang tidak tergantikan sehingga perlu mendapatkan perhatian serius agar tetap lestari.


“Goong Renteng ini usianya sudah sekitar 500 tahun. Ini luar biasa. Harus kita jaga, kita rawat dan kalau memungkinkan dibuatkan museum,” ujar Bupati Dian.


Ia menilai upaya pelestarian perlu dilakukan dengan tetap mempertimbangkan keberlangsungan tradisi masyarakat.


Salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan, kata Dian, adalah menjaga Goong Renteng asli sebagai benda warisan budaya, sementara untuk kebutuhan pertunjukan rutin dapat digunakan replika.


Dengan cara tersebut, benda bersejarah tetap terlindungi tanpa harus memutus tradisi masyarakat dalam memainkan dan mengenalkan Goong Renteng kepada generasi berikutnya.


“Jangan sampai anak-anak muda kita justru tidak tahu bahwa di daerahnya sendiri ada peninggalan yang memiliki sejarah panjang,” katanya.


Identitas Budaya yang Melahirkan Tradisi Pasar Renteng


Keberadaan Goong Renteng memiliki kaitan erat dengan kehidupan masyarakat Cibogo. Alat musik tradisional tersebut diperkirakan telah berusia sekitar 500 tahun dan diwariskan secara turun-temurun.


Bahkan, nama Pasar Renteng sendiri tidak dapat dilepaskan dari keberadaan Goong Renteng sebagai salah satu identitas budaya masyarakat setempat.


Hingga saat ini, Goong Renteng masih dimainkan dalam momentum tertentu, termasuk ketika Pasar Renteng digelar setiap bulan.


Dentangannya menjadi bagian dari tradisi penyambutan tamu sekaligus ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan kembali sejarah dan kebudayaan lokal kepada generasi muda.


Keberlangsungan tradisi tersebut juga tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat Cibogo. Goong Renteng tidak hanya diperlakukan sebagai benda peninggalan masa lalu, tetapi tetap dihadirkan dalam kehidupan masyarakat agar nilai sejarah dan tradisi yang menyertainya terus dikenal.


Lima Abad, Goong Renteng Masih Berdentang


Kunjungan Bupati Dian ke Pasar Renteng menjadi momentum untuk kembali menyoroti keberadaan Goong Renteng sebagai salah satu warisan budaya Kabupaten Kuningan.


Upaya pelestarian diharapkan tidak hanya berfokus pada keberadaan fisik alat musiknya, tetapi juga menjaga tradisi, pengetahuan, nilai sosial, dan cerita sejarah yang melekat di dalamnya.


Setelah menempuh perjalanan sejarah sekitar lima abad, Goong Renteng Cibogo hingga kini masih terus berdentang.


Suaranya menjadi pengingat bahwa warisan budaya tidak cukup hanya disimpan, tetapi harus terus dimainkan, dikenalkan, dan diwariskan agar tetap hidup di tengah generasi yang terus berubah.

×
Berita Terbaru Update