Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Post ADS 1

Tag Terpopuler

Mandirancan FC Juara Cilimus Cup 2026, Taklukkan Cimara FC Lewat Adu Penalti

Kamis, 01 Oktober 2026 | 19.51 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-02T02:51:33Z


KUNINGAN, ( pemudakuningan ) – Mandirancan FC berhasil keluar sebagai juara Cilimus Cup 2026 setelah menaklukkan Garda Gapura Desa Cimara FC melalui drama adu penalti pada partai final yang berlangsung di Lapangan Ciloklok, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Kamis (1/10/2026).


Pertandingan final berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua kesebelasan tampil agresif dan saling memberikan tekanan. Meski demikian, pertandingan berjalan dalam suasana sportif hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang 1-1.


Pemenang pun harus ditentukan melalui drama adu penalti. Mandirancan FC tampil lebih tenang dari titik putih dan akhirnya memastikan diri sebagai kampiun Cilimus Cup 2026.


Pertandingan puncak tersebut turut disaksikan langsung oleh Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., Ketua PSSI Kabupaten Kuningan Beni Prihayatno, S.Sos., M.Si., Kapolres Kuningan, Dandim 0615/Kuningan, Camat Cilimus, Kabid Olahraga Disporapar, serta jajaran terkait lainnya.


Bupati Dian Rachmat Yanuar mengapresiasi terselenggaranya turnamen sepak bola antar desa tersebut. Menurutnya, Cilimus Cup bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta-talenta muda potensial di Kabupaten Kuningan.


“Saya sangat bahagia melihat turnamen Cilimus Cup berjalan sukses dengan pertandingan final dengan penuh sportivitas. Saya lihat beberapa talenta muda yang cukup bagus,” ujar Dian.


Ia berharap turnamen serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi bagian dari tradisi positif dalam pembinaan sepak bola di Kabupaten Kuningan.


“Mudah-mudahan dengan adanya turnamen seperti ini bisa dikembangkan, ditradisikan untuk mencari bibit-bibit potensial atlet sepak bola yang bisa mengharumkan Kuningan ke depan,” katanya.


Menurut Dian, kompetisi sepak bola di tingkat desa juga berpotensi menjadi salah satu sumber pemain muda untuk memperkuat Persatuan Sepak Bola Kuningan (Pesik), kesebelasan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan.


“Barangkali bisa juga nanti memberikan kontribusi penguatan skuad Pesik, yang memang kita cari waktu ke depan mencari bibit-bibit muda untuk memperkuat skuad Pesik, kesebelasan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuningan,” tuturnya.


Bupati juga memberikan apresiasi kepada panitia, seluruh peserta, serta masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan sportivitas selama turnamen hingga pertandingan final.


“Selamat bagi panitia, selamat penyelenggaraan dan sukses, selamat juga kepada seluruh pemain sepak bola dari Mandirancan yang kali ini, tahun ini merebut sebagai juara pertama. Selamat sekali lagi,” ucapnya.


Cilimus Cup Jadi Bahan Evaluasi untuk Turnamen Berikutnya


Sementara itu, Kepala Desa Cilimus, H. Mulyadin, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan Cilimus Cup 2026. Ia mengatakan seluruh rangkaian pertandingan telah dilalui hingga akhirnya Mandirancan FC keluar sebagai juara pertama.


“Alhamdulillah pada sore ini Mandirancan sebagai juara pertama. Yang mana Mandirancan ini sudah melalui berbagai rintangan, alhamdulillah menjadikan juara pertama dalam Turnamen Cilimus yang pertama,” ujar Mulyadin.


Menurutnya, pelaksanaan turnamen perdana tersebut akan menjadi pengalaman sekaligus bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kompetisi serupa pada masa mendatang.


“Harapan ke depan, insyaallah kami juga akan mengadakan turnamen seperti ini. Dan di tahun ini akan menjadi pembelajaran buat kami untuk di tahun yang akan datang,” katanya.


Mandirancan FC Persembahkan Gelar untuk Masyarakat


Dari kubu juara, Kepala Desa Mandirancan, Didi Asmadi, mengaku bersyukur atas keberhasilan tim desanya meraih gelar juara Cilimus Cup 2026.


Ia mengapresiasi panitia, penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga turnamen dapat berlangsung aman, tertib, dan sportif.


“Alhamdulillah, dengan adanya pertandingan antar desa, tim Mandirancan masuk final. Bisa dilihat tadi sendiri pada saat final, skor 1-1 dan dilanjutkan adu penalti. Akhirnya Mandirancan menjadi juara,” ujar Didi.


Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang ikut menyukseskan pelaksanaan Cilimus Cup 2026.


“Saya bersyukur kepada panitia, penyelenggara, juga yang lainnya yang telah mendukung dan men-support pertandingan ini sehingga bisa berjalan dengan aman dan tertib,” katanya.


Didi berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi para pemain muda Desa Mandirancan untuk terus meningkatkan kemampuan dan menorehkan prestasi lebih tinggi.


“Semoga harapan kami ini, pemain-pemain kami bisa berdedikasi lagi, bisa maju sesuai dengan keinginan. Sepak bola ini memang harus digalakkan dengan sebaik-baiknya, karena main bola adalah hiburan rakyat yang sangat disenangi oleh masyarakat,” tuturnya.


Ia menambahkan, pertandingan sepak bola antar desa diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus menggali potensi olahraga di tingkat desa.


“Untuk itu, dengan pertandingan-pertandingan main bola ini, setiap momen pertandingan tetap harus bisa Melesat!” pungkasnya.


×
Berita Terbaru Update