KUNINGAN, pemudakuningan.id – Nama Yosa Octora Santono kembali menjadi perhatian dalam dinamika politik Kabupaten Kuningan. Mantan calon Wakil Bupati Kuningan pada Pilkada 2018 yang terkenal dengan jargon SenTOSA itu secara terbuka mengungkap adanya komunikasi dan pendekatan dari sejumlah partai politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Yosa saat diwawancarai di sela-sela Launching dan Sosialisasi Klinik Pratama Sayana Medika, klinik miliknya bersama sang istri, Nina Daniati Sahfa’at, di Desa Sukamaju, Kecamatan Cibingbin, Minggu (8/11/2026).
Dalam perbincangan tersebut, Yosa mengklarifikasi bahwa dirinya bukan semata-mata dikejar oleh Ketua DPC PKB Kabupaten Kuningan, H. Ujang Kosasih. Menurutnya, sejumlah sahabat politik dari partai lain juga masih menjalin komunikasi dan berupaya menjajaki kemungkinan dirinya kembali ke dunia politik.
“Sebenarnya bukan dikejar-kejar. Teman-teman tuh sebenarnya penasaran, apakah masih bisa menggoyang, menggeser kepercayaan dan keinginan,” ungkap Yosa.
Ia kemudian menyebut beberapa nama dan tokoh politik yang masih menjalin komunikasi dengannya, termasuk Ujang Kosasih, Toto Tohari, Kang Ali Akbar, serta sejumlah sahabat dari partai lainnya.
Namun, Yosa mengakui bahwa Ujang Kosasih merupakan salah satu tokoh yang paling aktif melakukan pendekatan kepadanya.
“Cuma memang yang paling dekat sama saya sampai sekarang itu yang sangat aktif dan reaktif itu Pak Ujang Kosasih. Sudah lama itu, sudah lama,” tuturnya.
Meski demikian, Yosa menegaskan bahwa hubungan persahabatan dengan sejumlah tokoh politik tidak serta-merta membuatnya mengambil keputusan untuk berpindah partai.
“Teman kalau untuk pindah partai dan lain-lain saya sih harus mempertimbangkan lebih dalam,” katanya.
Menariknya, Yosa juga mengungkap bahwa komunikasi politik tidak hanya berlangsung pada hari peresmian kliniknya. Ia menyebut, perwakilan salah satu partai politik bahkan telah datang menemui dirinya pada malam sebelum acara berlangsung.
Selain itu, Kang Ali Akbar juga disebut sempat datang dan menjalin komunikasi dengannya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan kembali terjun ke politik pada masa mendatang, Yosa secara terbuka menyebut tahun 2030 sebagai salah satu kemungkinan.
“Tapi nanti 2030 ada kemungkinan turun lagi,” ujarnya.
Peluang tersebut rupanya belum disertai keputusan mengenai partai politik yang akan menjadi kendaraan politiknya. Yosa bahkan menyebut restu istri dan orang tua sebagai hal yang harus terlebih dahulu dipertimbangkan.
“Pertama harus restu istri, restu orang tua. Yang keduanya kan pendaftaran KPU belum dibuka, jadi kan mau daftar masa daftar belum dibuka,” ungkapnya.
Yosa sendiri bukan sosok baru dalam kontestasi politik Kuningan. Pada Pilkada 2018, ia pernah berpasangan dengan dr. Toto Taufikurohman Kosim sebagai calon Wakil Bupati dalam pasangan yang dikenal dengan tagline SenTOSA.
Kini, delapan tahun setelah kontestasi tersebut, Yosa kembali memberikan sinyal kemungkinan mengambil peran dalam dinamika politik daerah.
Meski belum menentukan partai politik, ia memberikan isyarat bahwa dirinya tidak menutup kemungkinan untuk kembali berkontribusi dalam panggung politik Kabupaten Kuningan.
“Insyaallah, insyaallah kita mewarnailah,” pungkas Yosa.



.png)