Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Budaya Ekonomi Eksekutif News Olahraga Pendidikan Politik Video Kaburnya Macan Tutul, Yudi MPK: Cermin Runtuhnya Tata Kelola Konservasi di Indonesia
Budaya Ekonomi Eksekutif News Olahraga Pendidikan Politik Video

Kaburnya Macan Tutul, Yudi MPK: Cermin Runtuhnya Tata Kelola Konservasi di Indonesia

Pemuda Kuningan
Pemuda Kuningan
29 Agu, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, - Aktivis Masyarakat Peduli Kuningan (MPK), Yudi Setiadi, menilai insiden kaburnya macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) dari kandang karantina Lembang Park & Zoo bukan sekadar kelalaian teknis, melainkan potret nyata rapuhnya tata kelola konservasi satwa langka di Indonesia.

Kronologi: Kabur Hanya Hitungan Jam Setelah Dievakuasi

Berdasarkan keterangan pengelola, satwa dilindungi yang dievakuasi dari Desa Kutamandarakan, Kecamatan Maleber, Kabupaten Kuningan, pada Selasa (26/8) malam itu terakhir terlihat di kandang sekitar pukul 04.00 WIB saat pemeriksaan rutin. Namun, hanya berselang satu hingga dua jam kemudian, macan tutul sudah tidak berada di kandang dan diduga menjebol bagian atap.

Padahal, satwa tersebut baru akan menjalani observasi sebelum rencana pelepasliaran ke Taman Nasional Gunung Ciremai.

“Fakta bahwa kelemahan sistem keamanan bisa terungkap hanya dalam hitungan jam sejak satwa ditempatkan di karantina, menunjukkan lemahnya manajemen pengelolaan satwa langka,” tegas Yudi.

Konservasi Gagal Terapkan Ilmu Pengetahuan

Macan tutul Jawa berstatus Kritis (Critically Endangered) dengan populasi liar diperkirakan hanya 350–500 individu (BBKSDA Jabar & IUCN, 2023). Setiap individu adalah aset genetis yang tak tergantikan.

Menurut MPK, kondisi kandang yang bisa dijebol membuktikan lemahnya penerapan etologi predator, rekayasa struktural, serta manajemen stres satwa. “Tanpa pijakan ilmiah yang kokoh, konservasi hanya menjadi retorika administratif tanpa makna,” imbuh Yudi.

Ancaman Keselamatan Publik

Kaburnya predator puncak jelas menimbulkan risiko besar. Macan tutul dikenal memiliki daya jelajah 5–15 km per hari dan naluri oportunistik yang tinggi. Potensi konflik dengan manusia maupun ternak terbuka lebar.

“Sejarah selalu mencatat, ketika konflik terjadi, satwa lah yang selalu menjadi korban. Kelalaian pengelolaan mempercepat kepunahan sekaligus mengancam keselamatan masyarakat,” papar Yudi.

Lembaga Konservasi Minim Transparansi

MPK juga menyoroti lemahnya tata kelola lembaga konservasi di Indonesia. Padahal menurut pedoman World Association of Zoos and Aquariums (WAZA Guidelines, 2021), setiap insiden satwa berbahaya wajib ditangani dengan transparansi, investigasi independen, dan akuntabilitas publik.

Namun di lapangan, praktik justru tertutup dan cenderung dianggap sekadar kecelakaan teknis. “Tanpa evaluasi jujur, lembaga konservasi berisiko tereduksi menjadi sekadar industri hiburan yang membungkus kelalaian dengan label konservasi,” ujar Yudi.

Implikasi Ekologis

Sebagai predator puncak, macan tutul berperan menjaga keseimbangan rantai makanan. Hilangnya satwa akibat konflik atau salah kelola dapat memicu ledakan populasi mangsa, degradasi vegetasi, hingga ketidakstabilan ekosistem.

“Kelalaian satu institusi bisa memicu efek domino ekologis lintas generasi,” terang Yudi.

MPK Desak Audit Independen

Berdasarkan kajian tersebut, MPK mendesak:

  1.  Audit independen terhadap standar keamanan lembaga konservasi.
  2.  Penegakan regulasi konservasi sesuai standar internasional, bukan sekadar formalitas.
  3. Peningkatan kapasitas SDM yang berbasis kompetensi dan etika, bukan hanya infrastruktur.
  4.  Prinsip keterbukaan publik sebagai fondasi akuntabilitas dan legitimasi sosial konservasi.
“Konservasi tidak boleh berhenti sebagai kata indah yang menutupi kelalaian. Konservasi adalah ukuran martabat bangsa: apakah kita mampu menjaga yang lemah, melindungi yang terancam, dan memastikan satwa langka tidak hilang hanya karena kecerobohan manusia. Jika kelalaian terus dibiarkan, bukan hanya satwa yang punah, melainkan juga ekosistem yang runtuh bersama keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.” – Yudi Setiadi, Aktivis MPK


(FW)
Via Budaya
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026–2030, Bupati Dian Dorong Budaya Jadi Identitas dan Kekuatan Wisata Daerah

Abas- Mei 11, 2026 0
Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026–2030, Bupati Dian Dorong Budaya Jadi Identitas dan Kekuatan Wisata Daerah
KUNINGAN, ( PK ) — Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo …

Most Popular

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026
KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

Mei 11, 2026
300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

Mei 10, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Rohaman Tunjukkan Kepedulian: Dampingi Kasus Predator Anak Luragung Meski Tengah Pimpin Rapat RAPBD

Rohaman Tunjukkan Kepedulian: Dampingi Kasus Predator Anak Luragung Meski Tengah Pimpin Rapat RAPBD

Oktober 17, 2025

Popular Post

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026
KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

Mei 11, 2026
300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

Mei 10, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us