Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Ekonomi Headline legislatif News OKP 50 Anggota DPRD Terancam PAW Massal, SK Bupati Kuningan Sukses Penjarakan "Musih Politik"
Ekonomi Headline legislatif News OKP

50 Anggota DPRD Terancam PAW Massal, SK Bupati Kuningan Sukses Penjarakan "Musih Politik"

Abas
Abas
02 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, ( PK ) – Polemik pembayaran tunjangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah terungkap bahwa pencairan sejumlah tunjangan pada tahun anggaran 2024 dan 2025 diduga tidak didasarkan pada Peraturan Bupati (Perbup), melainkan hanya menggunakan Surat Keputusan (SK) Bupati.


Dalam regulasi yang lebih tinggi, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2017 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2023, disebutkan bahwa hak keuangan dan administratif Pimpinan serta Anggota DPRD harus ditetapkan melalui Peraturan Kepala Daerah. Artinya, besaran tunjangan semestinya diatur melalui Perbup, bukan sekadar SK yang bersifat keputusan administratif.


Rp65 Miliar Tanpa Perbup ?


Berdasarkan data yang beredar, total realisasi pembayaran tunjangan DPRD Kuningan untuk tahun 2024 dan 2025 mencapai sekitar Rp65 miliar. Anggaran tersebut meliputi tunjangan komunikasi intensif, perumahan, transportasi, serta reses.


Permasalahan utamanya terletak pada dugaan tidak adanya Perbup sebagai dasar hukum pencairan. Jika benar demikian, kondisi ini berpotensi menimbulkan temuan audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan dapat berimplikasi hukum apabila dinilai melanggar prinsip akuntabilitas dan tata kelola keuangan daerah.


Terlebih, disebutkan bahwa pada tahun 2025 pencairan mengacu pada SK Bupati Nomor 900/KPTS.413-SETWAN/2025. Dalam perspektif hukum administrasi, kebijakan yang berdampak umum dan menyangkut hak keuangan seluruh anggota DPRD seharusnya dituangkan dalam bentuk peraturan (regeling), bukan keputusan (beschikking).


Dugaan Kelebihan Tunjangan Transportasi


Sorotan juga mengarah pada realisasi tunjangan transportasi tahun 2025. Dari data yang beredar, untuk 46 anggota DPRD yang tidak memperoleh mobil dinas, anggaran tunjangan transportasi tercatat sekitar Rp8,1 miliar. Namun, total pencairan disebut mencapai Rp9,1 miliar, sehingga muncul dugaan selisih sekitar Rp991 juta.


Selain itu, unsur pimpinan DPRD yang telah mendapatkan fasilitas mobil dinas juga dikabarkan masih menerima tunjangan transportasi dalam bentuk uang. Jika benar terjadi, praktik tersebut dinilai berpotensi bertentangan dengan asas kepatutan dan prinsip pengelolaan keuangan daerah.


Risiko Hukum dan PAW Massal


Dalam perspektif hukum pidana, apabila ditemukan unsur perbuatan melawan hukum dan kerugian keuangan negara, maka penanganannya dapat masuk ke ranah tindak pidana korupsi. Bahkan, muncul spekulasi bahwa apabila proses hukum berujung pada vonis berkekuatan hukum tetap, tidak tertutup kemungkinan terjadi Pergantian Antar Waktu (PAW) secara massal terhadap anggota DPRD.


Sebagai perbandingan, kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan yang ditangani Kejaksaan Tinggi Jawa Barat di Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa penyidikan dapat menjangkau unsur legislatif maupun eksekutif apabila ditemukan peran bersama dalam proses penganggaran dan pencairan.


Perlu Klarifikasi Resmi


Hingga saat ini, polemik tersebut masih memerlukan klarifikasi resmi dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, DPRD, serta pihak terkait lainnya. Transparansi dokumen hukum dan mekanisme penganggaran menjadi kunci untuk menjawab keresahan publik.


Pengelolaan APBD pada dasarnya harus berlandaskan prinsip legalitas, akuntabilitas, dan transparansi. Tanpa itu, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga eksekutif maupun legislatif dapat terus tergerus.



.AY ( PK )

Via Ekonomi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

50 Anggota DPRD Terancam PAW Massal, SK Bupati Kuningan Sukses Penjarakan "Musih Politik"

Abas- Maret 01, 2026 0
50 Anggota DPRD Terancam PAW Massal, SK Bupati Kuningan Sukses Penjarakan "Musih Politik"
KUNINGAN, ( PK ) – Polemik pembayaran tunjangan Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Kuningan kembali menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah terungkap …

Most Popular

Polemik Insentif Guru sebagai kordinator disekolah penerima Program MBG : Antara Tanggung Jawab dan Pembungkaman Suara Orang Tua

Polemik Insentif Guru sebagai kordinator disekolah penerima Program MBG : Antara Tanggung Jawab dan Pembungkaman Suara Orang Tua

Februari 26, 2026
OSCC Gelar Bagi-Bagi Takjil di Depan Terminal Kertawangunan, Minggu 1 Maret 2026

OSCC Gelar Bagi-Bagi Takjil di Depan Terminal Kertawangunan, Minggu 1 Maret 2026

Februari 26, 2026
Fenomena Kesehatan Fisik dan Mental Pejabat Publik Jadi Sorotan

Fenomena Kesehatan Fisik dan Mental Pejabat Publik Jadi Sorotan

Februari 26, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

Polemik Insentif Guru sebagai kordinator disekolah penerima Program MBG : Antara Tanggung Jawab dan Pembungkaman Suara Orang Tua

Polemik Insentif Guru sebagai kordinator disekolah penerima Program MBG : Antara Tanggung Jawab dan Pembungkaman Suara Orang Tua

Februari 26, 2026
OSCC Gelar Bagi-Bagi Takjil di Depan Terminal Kertawangunan, Minggu 1 Maret 2026

OSCC Gelar Bagi-Bagi Takjil di Depan Terminal Kertawangunan, Minggu 1 Maret 2026

Februari 26, 2026
Fenomena Kesehatan Fisik dan Mental Pejabat Publik Jadi Sorotan

Fenomena Kesehatan Fisik dan Mental Pejabat Publik Jadi Sorotan

Februari 26, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us