Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Headline News OKP Pendidikan MPK Kritik Keras Ketua PGRI: Diam Saat LKS Membebani, Kini Menolak Perubahan
Headline News OKP Pendidikan

MPK Kritik Keras Ketua PGRI: Diam Saat LKS Membebani, Kini Menolak Perubahan

Abas
Abas
30 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 KUNINGAN, ( PK ) - Yudi Setiadi – Aktivis, Masyarakat Peduli Kuningan (MPK).Kami menilai sikap Ketua PGRI saat ini menunjukkan inkonsistensi yang serius dan cenderung oportunistik dalam menyikapi kebijakan LKS Digital yang digagas oleh Dinas Pendidikan. Sikap ini bukan hanya kontradiktif, tetapi juga menimbulkan keraguan publik terhadap komitmen yang sesungguhnya dalam memperjuangkan kepentingan pendidikan.

Selama bertahun-tahun, praktik penjualan LKS di sekolah berlangsung secara masif, bahkan dalam banyak kasus terindikasi bersifat memaksa kepada siswa dan orang tua. Dalam realitas tersebut, LKS tidak lagi berfungsi sebagai instrumen pendukung pembelajaran, melainkan telah bergeser menjadi komoditas ekonomi yang membebani masyarakat. Ironisnya, dalam situasi yang demikian problematik, tidak pernah terdengar sikap kritis yang tegas dari Ketua PGRI—baik terkait mutu materi, aspek keadilan akses, maupun dampak sosial-ekonomi bagi keluarga peserta didik.

Namun hari ini, ketika pemerintah berupaya menghadirkan alternatif melalui LKS Digital sebagai bagian dari langkah korektif untuk menekan praktik komersialisasi pendidikan, justru muncul resistensi yang dibungkus dalam kekhawatiran yang terkesan normatif. Hal ini memunculkan pertanyaan mendasar: di mana keberanian sikap itu ketika masyarakat selama ini menghadapi tekanan biaya pendidikan akibat praktik LKS konvensional?

Lebih jauh, kami juga menyayangkan ketidakhadiran Ketua PGRI dalam audiensi resmi bersama Komisi IV DPRD yang secara khusus membahas persoalan ini. Undangan formal tidak direspons dengan kehadiran, bahkan tanpa delegasi. Ini mencerminkan ketidaksungguhan dalam membangun dialog substantif, sekaligus kontras dengan intensitas pernyataan yang justru disampaikan di ruang publik.

Kami memandang fenomena ini tidak sekadar sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan, melainkan berpotensi menjadi refleksi dari resistensi terhadap perubahan yang dapat mengganggu pola lama yang selama ini berlangsung tanpa koreksi berarti.

MPK menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam demokrasi kebijakan. Namun kritik yang kredibel harus dibangun di atas fondasi integritas, konsistensi, serta keberanian untuk hadir dan berdialog dalam forum resmi—bukan sekadar membangun opini sepihak setelah kebijakan berjalan.

Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk PGRI, untuk keluar dari narasi kontradiktif dan mulai berfokus pada substansi solusi. Jika keberpihakan kepada dunia pendidikan dan peserta didik benar-benar menjadi tujuan utama, maka yang harus diperjuangkan adalah transformasi yang berkeadilan—bukan mempertahankan praktik lama yang terbukti membebani masyarakat.


.AY

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

KLARIFIKASI PEMERINTAH DESA CISAAT : Terkait Pemberitaan Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Cisaat

Abas- Maret 31, 2026 0
KLARIFIKASI PEMERINTAH DESA CISAAT : Terkait Pemberitaan Rumah Tidak Layak Huni Warga Desa Cisaat
KUNINGAN, ( PK ) -  Menanggapi pernyataan Ketua Formasi, Saudara Manap Suharnap, yang dimuat dalam pemberitaan Jurnalgamas terkait kondisi rumah tidak layak hu…

Most Popular

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Maret 28, 2026
ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Maret 28, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Maret 28, 2026
ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Bupati Kuningan Dorong Peran Imam Tajug dalam Pembinaan Karakter dan Penguatan Ekonomi Umat

Maret 28, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us