Dinkes Kuningan Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem terhadap Kesehatan
KUNINGAN, ( PK ) – Perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini di Kabupaten Kuningan mulai menimbulkan kekhawatiran. Kondisi cuaca yang tidak menentu—dari panas terik tiba-tiba berubah menjadi hujan dengan suhu dingin—dinilai berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, khususnya saat masa pancaroba.
Menyikapi fenomena tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat daya tahan tubuh. Hal ini penting agar masyarakat tidak mudah terserang penyakit yang kerap muncul di tengah perubahan musim.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kuningan, Edi Martono, menjelaskan bahwa fluktuasi suhu yang terjadi secara drastis menjadi tantangan serius bagi sistem imun tubuh manusia. Tubuh dipaksa beradaptasi dalam waktu singkat terhadap perubahan lingkungan yang ekstrem.
“Perubahan cuaca itu memang bisa melemahkan daya tahan tubuh. Dari panas tiba-tiba menjadi dingin, atau sebaliknya, tubuh kita harus bekerja ekstra untuk beradaptasi,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, penyakit yang paling sering muncul saat pancaroba adalah infeksi saluran pernapasan. Keluhan seperti batuk dan pilek menjadi yang paling dominan di masyarakat.
“Yang paling banyak itu batuk dan pilek. Biasanya berkaitan dengan gangguan pernapasan akibat perubahan cuaca,” ungkapnya.
Meski kerap dianggap ringan, Edi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh meremehkan gejala tersebut. Ia mengingatkan bahwa penyakit apa pun berpotensi menjadi serius jika tidak ditangani dengan baik.
“Semua penyakit bisa berbahaya kalau tidak diobati. Tingkat keparahannya sangat tergantung pada kondisi masing-masing individu,” tegasnya.
Untuk mencegah penyakit, Dinkes Kuningan menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat secara konsisten. Salah satu langkah utama adalah menjaga kualitas istirahat dengan tidur cukup selama 6 hingga 8 jam setiap hari serta menghindari kebiasaan begadang.
Selain itu, pola makan juga harus diperhatikan. Masyarakat diimbau untuk makan secara teratur dengan asupan gizi seimbang sesuai kebutuhan tubuh, serta tidak berlebihan dalam konsumsi makanan.
Edi juga mengingatkan agar masyarakat tidak menunda waktu makan, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu. Pasalnya, produksi asam lambung tetap berjalan secara alami, sehingga keterlambatan makan dapat memicu gangguan kesehatan.
Sebagai langkah tambahan, masyarakat dianjurkan untuk menjaga kebersihan lingkungan, rutin berolahraga, serta mengonsumsi suplemen atau vitamin jika diperlukan guna meningkatkan imunitas tubuh.
“Intinya, kita harus disiplin menjaga kesehatan. Mulai dari istirahat, pola makan, hingga kebersihan lingkungan. Itu semua menjadi kunci agar tidak mudah sakit di musim pancaroba ini,” pungkasnya.
Dengan kondisi cuaca yang diprediksi masih tidak stabil dalam beberapa waktu ke depan, kewaspadaan dan kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah lonjakan kasus penyakit di Kabupaten Kuningan.
.AY

Posting Komentar