Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Post ADS 1

Tag Terpopuler

DKV Fest Vol. 7 UNIKU Hadirkan 50 Karya dari 8 Negara, Bupati Dian Dorong Mahasiswa Ciptakan Karya yang Bermakna

Jumat, 25 September 2026 | 05.27 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-25T12:27:56Z


KUNINGAN, ( pemudakuningan ) – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. membuka DKV Fest Vol. 7 yang digelar Himpunan Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Kuningan (UNIKU), Jumat (25/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Kampus 2 Fakultas Ilmu Komputer UNIKU tersebut mengusung tema “Metamorph”, yang merepresentasikan proses perubahan dan perkembangan, baik dalam karya maupun kehidupan manusia.


DKV Fest merupakan festival pameran tahunan mahasiswa Program Studi DKV UNIKU yang menjadi ruang untuk menampilkan karya, bertukar gagasan, membangun kolaborasi, sekaligus memperluas jejaring di dunia kreatif.


Salah satu agenda utama DKV Fest Vol. 7 adalah International Exhibition yang menghadirkan 50 karya terkurasi dari delapan negara. Karya-karya tersebut berasal dari Turki, Meksiko, Kenya, Polandia, Amerika Serikat, Argentina, Taiwan dan Indonesia.


Selain pameran internasional, DKV Fest Vol. 7 juga diisi dengan workshop, menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi, berbagai komunitas, serta pertunjukan komunitas.


Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang apresiasi, edukasi, kolaborasi, pertukaran wawasan dan penguatan jejaring kreatif bagi mahasiswa maupun peserta yang terlibat.


Dalam laporannya, ketua panitia menyampaikan apresiasi kepada Universitas Kuningan, Fakultas Ilmu Komputer, Program Studi DKV, para dosen, sponsor, partner, pendukung, kreator dan peserta pameran, narasumber, komunitas, pengisi acara, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya DKV Fest Vol. 7.


Apresiasi khusus juga diberikan kepada seluruh panitia yang telah mencurahkan waktu, tenaga, pikiran dan dedikasi sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian kegiatan.


DKV Bukan Sekadar Keindahan Visual


Saat membuka kegiatan, Bupati Dian menilai bidang Desain Komunikasi Visual memiliki posisi strategis di tengah perkembangan teknologi komunikasi dan visual yang semakin pesat.


Menurutnya, sebuah karya desain tidak semata-mata berbicara mengenai keindahan visual. Di balik garis, ilustrasi, tipografi dan komposisi visual, terdapat cara berpikir, kegelisahan, gagasan, emosi hingga aspirasi pembuatnya.


“Jadi saya ingin nanti melihat karya mahasiswa ini bukan sebagai produk seni, tapi mungkin saya lebih cenderung pada sisi ungkapan intelektual,” ujar Dian.


Ia menilai mahasiswa DKV memiliki kemampuan khas dalam melihat sebuah persoalan dari perspektif berbeda. Sesuatu yang terlihat biasa bagi kebanyakan orang dapat diterjemahkan seorang desainer menjadi pesan yang memiliki beragam makna.


Karena itu, Dian mendorong mahasiswa DKV agar tidak berhenti pada karya yang sekadar eye-catching, tetapi mampu menghasilkan karya yang juga eye-opening.


“Kesan pertama boleh menggoda, selanjutnya lebih terpesona karena kita punya makna, punya arti yang mendalam,” katanya.


Dian menekankan, kreativitas harus berjalan beriringan dengan gagasan dan kemampuan komunikasi. Tanpa gagasan, kreativitas berpotensi hanya menjadi pajangan atau dekorasi. Sementara gagasan yang tidak mampu dikomunikasikan akan sulit diterima masyarakat.


Ia pun mengingatkan pentingnya kemampuan komunikasi, kreativitas dan kolaborasi yang diperkuat dengan kecerdasan intelektual, sosial, emosional dan spiritual.


Lingkungan Sekitar Jadi Laboratorium Kreativitas


Lebih jauh, Dian meminta mahasiswa DKV tidak hanya mencari inspirasi dari layar komputer maupun internet. Menurutnya, lingkungan sekitar justru merupakan laboratorium kreativitas yang sangat kaya.


Mahasiswa, kata Dian, dapat menggali inspirasi dari berbagai aktivitas dan persoalan di masyarakat, mulai dari kehidupan pasar tradisional, interaksi dengan petani, seniman, budayawan, pelaku UMKM, hingga persoalan lingkungan, sosial, pariwisata dan perubahan perilaku generasi muda.


“Ilmu yang luas itu yang memberikan inspirasi ada di sekeliling kita. Banyak hal yang bisa kita gali,” ujarnya.


Dian juga berharap karya mahasiswa DKV UNIKU tidak tercerabut dari identitas budaya Kabupaten Kuningan.


Menurutnya, kekayaan alam, tradisi, kuliner, sejarah desa, karakter masyarakat dan filosofi kehidupan masyarakat Kuningan merupakan sumber inspirasi yang dapat terus digali dan dikembangkan melalui karya kreatif.


“Ini semua adalah sumber inspirasi bagi kalian semua untuk digali lebih lanjut,” katanya.


Metamorph dan Semangat Melahirkan Inovasi


Dalam kesempatan tersebut, Dian turut memaknai tema “Metamorph” sebagai sebuah proses perubahan.


Ia menekankan bahwa perubahan yang kuat sebaiknya lahir dari dorongan internal sehingga mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan.


“Ketika perubahan itu muncul dari tekad sendiri, dari internal sendiri, sehingga akan menghasilkan gagasan inovasi yang tidak pernah putus,” tuturnya.


Ia mengajak mahasiswa untuk terus bereksperimen dan berkarya tanpa meninggalkan dasar intelektual.


Menurut Dian, karya besar bukan semata-mata karya yang mendapatkan banyak pujian, melainkan karya yang mampu meninggalkan kesan, pemikiran dan perasaan yang mendalam bagi orang lain.


“Teruslah tumbuh, teruslah berubah, teruslah menciptakan yang bermanfaat. Karena masa depan ini tidak hanya membutuhkan orang yang mampu membaca perubahan, tapi orang-orang yang mampu menciptakan makna dari perubahan tersebut,” katanya.


Dengan semangat tersebut, DKV Fest Vol. 7 diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan aspirasi, kreativitas, intelektualitas dan keberanian berekspresi mahasiswa.


Lebih dari sekadar pameran karya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang belajar, apresiasi dan kolaborasi yang mempertemukan civitas akademika, komunitas kreatif dan masyarakat.


( Rizky )

×
Berita Terbaru Update