KUNINGAN, ( pemudakuningan ) – Regenerasi politik dinilai menjadi kebutuhan penting untuk memastikan kehidupan demokrasi terus berkembang. Ketua Bidang Ekonomi Kreatif dan UMKM DPC Partai Rakyat Indonesia (PRI) Kabupaten Kuningan, Abas Yusuf, mendorong agar generasi muda tidak hanya ditempatkan sebagai pelengkap, tetapi diberi ruang untuk mengambil peran dan tanggung jawab dalam politik.
Menurut Abas, perubahan generasi merupakan bagian dari proses yang wajar dalam organisasi politik. Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk belajar, menyampaikan gagasan, sekaligus membuktikan kemampuannya melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
“Saatnya regenerasi politik. Yang muda jangan hanya menjadi penonton. Berikan ruang bagi generasi muda untuk bekerja, berkarya, dan mengabdi untuk rakyat Indonesia,” ujar Abas Yusuf.
Ia menilai tantangan masyarakat terus berkembang sehingga diperlukan kader-kader muda yang mampu memahami persoalan baru dan meresponsnya dengan gagasan serta tindakan yang konkret.
Bagi Abas, regenerasi politik bukan semata-mata persoalan usia. Regenerasi harus dimaknai sebagai proses membuka ruang bagi lahirnya kepemimpinan baru yang memiliki kapasitas, integritas, dan kedekatan dengan masyarakat.
“Regenerasi bukan berarti mengesampingkan generasi sebelumnya. Pengalaman generasi senior tetap penting, sementara generasi muda membawa energi dan gagasan baru. Keduanya bisa berjalan bersama,” katanya.
Abas juga mendorong agar anak muda tidak hanya aktif ketika momentum politik datang. Menurutnya, keterlibatan politik harus dibangun melalui kerja sosial, menyerap aspirasi masyarakat, memahami persoalan di lapangan, dan ikut mencari solusi.
Ia menegaskan bahwa ukuran keberhasilan regenerasi politik bukan sekadar munculnya wajah-wajah baru, melainkan sejauh mana generasi baru mampu menjalankan tanggung jawab dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Yang muda harus siap bekerja untuk rakyat Indonesia. Politik harus menjadi ruang pengabdian, bukan sekadar mengejar posisi. Ini momentum bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa mereka siap mengambil tanggung jawab,” tegas Abas.
Pernyataan tersebut menjadi dorongan agar regenerasi politik tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui proses kaderisasi dan keterlibatan nyata generasi muda dalam kehidupan masyarakat.



.png)