Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Ekonomi Headline News pertanian KTH dan 13 Desa Penyangga Gunung Ciremai Datangi Bupati, Tuntut Kepastian Hak Kelola HHBK
Ekonomi Headline News pertanian

KTH dan 13 Desa Penyangga Gunung Ciremai Datangi Bupati, Tuntut Kepastian Hak Kelola HHBK

Abas
Abas
24 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


 

KUNINGAN, ( PK ) – Harapan sekaligus kegelisahan masyarakat desa penyangga kawasan Gunung Ciremai menggema di ruang kerja Bupati Kuningan, Selasa (24/2/2026). Perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) wilayah Ciayumajakuning bersama para kepala desa mendatangi Kantor Bupati untuk memperjuangkan kepastian hak pengelolaan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat.


Pertemuan tersebut dihadiri perwakilan dari 13 desa penyangga, di antaranya Desa Gunungsirah, Karangsari, Puncak, Cisantana, Sagarahiang, Setianegara, Padabeunghar, Seda, Trijaya, Sayana, serta perwakilan KTH Maja Kuningan. Mereka datang membawa satu suara: meminta kejelasan regulasi dan kepastian legalitas pengelolaan HHBK di kawasan hutan konservasi.


Dalam dialog yang berlangsung singkat itu, para kepala desa dan perwakilan KTH menegaskan bahwa hutan bukan sekadar kawasan konservasi, melainkan ruang hidup yang telah dijaga dan dirawat secara turun-temurun oleh masyarakat.



Menurut Dodo, perwakilan KTH asal Desa Padabeunghar, masyarakat tidak menuntut lebih, tetapi hanya meminta kejelasan dan pengakuan atas apa yang telah mereka tanam dan pelihara selama ini.


“Kami ini pantang pulang sebelum ada kejelasan. Apa yang kami tanam, kami jaga, kami rawat, jangan sampai aturan justru menyisihkan kami sebagai masyarakat sekitar hutan,” ungkapnya dengan nada penuh harap.


Masyarakat desa penyangga selama ini menggantungkan hidup dari komoditas HHBK seperti madu hutan, kopi, rempah, hingga tanaman obat yang tumbuh di kawasan lereng Ciremai. Mereka mengaku tetap menjaga kelestarian hutan karena menyadari bahwa keberlanjutan ekonomi mereka sejalan dengan keberlanjutan ekologi.


Namun di sisi lain, dinamika kebijakan dan aturan pengelolaan kawasan konservasi kerap menimbulkan ketidakpastian. Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat menjadi jembatan komunikasi dengan pihak pengelola kawasan dan pemerintah pusat, agar hak-hak masyarakat adat dan desa penyangga tetap terlindungi dalam koridor hukum.


Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, usai pertemuan langsung meninggalkan pendopo dan belum memberikan keterangan resmi kepada awak media terkait hasil audiensi tersebut.


Hingga berita ini diturunkan, masyarakat desa penyangga masih menunggu tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah terkait kepastian hak kelola HHBK di kawasan Gunung Ciremai.


Bagi mereka, hutan bukan sekadar bentang alam, tetapi denyut nadi kehidupan.



.AY ( PK )


Via Ekonomi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Pasca Kematian Massal, Pemkab Kuningan Siapkan Pelepasan Seribu Ikan Dewa di Kolam Cigugur

Abas- Mei 25, 2026 0
Pasca Kematian Massal, Pemkab Kuningan Siapkan Pelepasan Seribu Ikan Dewa di Kolam Cigugur
KUNINGAN, ( PK ) – Pasca peristiwa kematian ratusan Ikan Dewa yang sempat menjadi perhatian masyarakat, Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perikanan d…

Most Popular

Banjir Luapan Drainase Lereng Ciremai Desa Cisantana: Kegagalan Tata Kelola Pembangunan Kabupaten Kuningan

Banjir Luapan Drainase Lereng Ciremai Desa Cisantana: Kegagalan Tata Kelola Pembangunan Kabupaten Kuningan

Mei 23, 2026
Wahana Ajaib Kuningan Raih Runner-up Kejurnas Voli U-18, Bupati Dian: “Kemenangan yang Tertunda”

Wahana Ajaib Kuningan Raih Runner-up Kejurnas Voli U-18, Bupati Dian: “Kemenangan yang Tertunda”

Mei 21, 2026
Dugaan Gratifikasi Dana Pokir Rp1,2 Miliar Diduga Libatkan Dua Anggota DPRD Kuningan

Dugaan Gratifikasi Dana Pokir Rp1,2 Miliar Diduga Libatkan Dua Anggota DPRD Kuningan

Mei 21, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026

Popular Post

Banjir Luapan Drainase Lereng Ciremai Desa Cisantana: Kegagalan Tata Kelola Pembangunan Kabupaten Kuningan

Banjir Luapan Drainase Lereng Ciremai Desa Cisantana: Kegagalan Tata Kelola Pembangunan Kabupaten Kuningan

Mei 23, 2026
Wahana Ajaib Kuningan Raih Runner-up Kejurnas Voli U-18, Bupati Dian: “Kemenangan yang Tertunda”

Wahana Ajaib Kuningan Raih Runner-up Kejurnas Voli U-18, Bupati Dian: “Kemenangan yang Tertunda”

Mei 21, 2026
Dugaan Gratifikasi Dana Pokir Rp1,2 Miliar Diduga Libatkan Dua Anggota DPRD Kuningan

Dugaan Gratifikasi Dana Pokir Rp1,2 Miliar Diduga Libatkan Dua Anggota DPRD Kuningan

Mei 21, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us