Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda legislatif News Politik Polemik Kelestarian TNGC: Pernyataan Aktivis Dinilai Parsial, Peran KTH Disebut Terabaikan
legislatif News Politik

Polemik Kelestarian TNGC: Pernyataan Aktivis Dinilai Parsial, Peran KTH Disebut Terabaikan

Abas
Abas
09 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, pemudakuningan.id — Pernyataan yang disampaikan oleh  yang mengatasnamakan  Aktivis lingkungan dari Club Pendaki Gunung dan Penempuh Rimba Candradimuka yg merupakan salah satu guru di sebuah MTs di sejumlah media online kami nilai parsial, tidak komprehensif, dan cenderung menyesatkan opini publik terkait isu kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).


Pernyataan tersebut mengabaikan fakta penting di lapangan, terutama peran nyata masyarakat sekitar kawasan hutan, khususnya Kelompok Tani Hutan (KTH), yang selama ini justru menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai.


Perlu ditegaskan bahwa PSI selalu membersamai rakyat yang terpinggirkan, termasuk masyarakat hutan yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan kawasan TNGC dan menjaga alam tanpa pamrih, dengan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.


Kami menduga, masifnya pengangkatan isu ini bukan semata demi kepentingan lingkungan, melainkan ada maksud dan kepentingan lain yang ingin dicapai. Jika mau berpikir lebih terbuka, pertanyaan mendasarnya adalah: apa sebenarnya faktor utama yang menyebabkan kerusakan hutan? Kami meyakini yang bersangkutan memahami hal tersebut, namun memilih isu yang dianggap paling mudah dikonversi menjadi keuntungan pribadi.


Fakta di Lapangan yang Diabaikan :


• Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai Garda Terdepan Konservasi

Dalam kemitraan konservasi bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), selama dua tahun terakhir KTH telah menanam hampir 100.000 pohon endemik dan tanaman MPTS di kawasan TNGC. Ini merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan.


• Kemitraan Konservasi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat

KTH dalam kemitraan konservasi terbukti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan, sekaligus mendukung iklim investasi dan membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Kuningan. Fakta ini tak bisa dipisahkan dari realitas bahwa kehidupan masyarakat lokal sangat bergantung pada keberlanjutan kawasan TNGC.


• Kolaborasi Aktif Melawan Perusakan Hutan


Kelompok Tani Hutan juga berkolaborasi langsung dengan BTNGC dalam kegiatan patroli, pencegahan perburuan liar, serta penanggulangan praktik illegal logging. Ini menunjukkan bahwa masyarakat bukan ancaman bagi hutan, melainkan mitra strategis dalam perlindungan kawasan.


Kami mengajak seluruh pihak untuk berhenti menyederhanakan persoalan kompleks konservasi hanya demi kepentingan tertentu, serta mulai melihat persoalan hutan secara adil, menyeluruh, dan berbasis fakta lapangan. Kelestarian TNGC tidak akan terwujud dengan narasi sepihak, melainkan melalui kolaborasi, keadilan ekologis, dan keberpihakan pada masyarakat yang selama ini menjaga hutan dengan tulus.



.AY

Via legislatif
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Revitalisasi Gedung Eks Kadugede, Bupati Kuningan Siapkan Bale Budaya Tanpa Hilangkan Nilai Sejarah

Abas- Maret 27, 2026 0
Revitalisasi Gedung Eks Kadugede, Bupati Kuningan Siapkan Bale Budaya Tanpa Hilangkan Nilai Sejarah
KUNINGAN, ( PK ) – Gedung eks kewedanaan Kadugede yang memiliki nilai historis dan struktur bangunan yang masih layak, mendapat perhatian serius dari Bupati Ku…

Most Popular

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Maret 26, 2026
Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Maret 25, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Maret 26, 2026
Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Maret 25, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us