Polemik Kelestarian TNGC: Pernyataan Aktivis Dinilai Parsial, Peran KTH Disebut Terabaikan
KUNINGAN, pemudakuningan.id — Pernyataan yang disampaikan oleh yang mengatasnamakan Aktivis lingkungan dari Club Pendaki Gunung dan Penempuh Rimba Candradimuka yg merupakan salah satu guru di sebuah MTs di sejumlah media online kami nilai parsial, tidak komprehensif, dan cenderung menyesatkan opini publik terkait isu kelestarian Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
Pernyataan tersebut mengabaikan fakta penting di lapangan, terutama peran nyata masyarakat sekitar kawasan hutan, khususnya Kelompok Tani Hutan (KTH), yang selama ini justru menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai.
Perlu ditegaskan bahwa PSI selalu membersamai rakyat yang terpinggirkan, termasuk masyarakat hutan yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan kawasan TNGC dan menjaga alam tanpa pamrih, dengan kearifan lokal yang diwariskan oleh para leluhur.
Kami menduga, masifnya pengangkatan isu ini bukan semata demi kepentingan lingkungan, melainkan ada maksud dan kepentingan lain yang ingin dicapai. Jika mau berpikir lebih terbuka, pertanyaan mendasarnya adalah: apa sebenarnya faktor utama yang menyebabkan kerusakan hutan? Kami meyakini yang bersangkutan memahami hal tersebut, namun memilih isu yang dianggap paling mudah dikonversi menjadi keuntungan pribadi.
Fakta di Lapangan yang Diabaikan :
• Kelompok Tani Hutan (KTH) sebagai Garda Terdepan Konservasi
Dalam kemitraan konservasi bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), selama dua tahun terakhir KTH telah menanam hampir 100.000 pohon endemik dan tanaman MPTS di kawasan TNGC. Ini merupakan kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga kelestarian ekosistem hutan.
• Kemitraan Konservasi Meningkatkan Ekonomi Masyarakat
KTH dalam kemitraan konservasi terbukti mampu meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar hutan, sekaligus mendukung iklim investasi dan membuka lapangan pekerjaan di Kabupaten Kuningan. Fakta ini tak bisa dipisahkan dari realitas bahwa kehidupan masyarakat lokal sangat bergantung pada keberlanjutan kawasan TNGC.
• Kolaborasi Aktif Melawan Perusakan Hutan
Kelompok Tani Hutan juga berkolaborasi langsung dengan BTNGC dalam kegiatan patroli, pencegahan perburuan liar, serta penanggulangan praktik illegal logging. Ini menunjukkan bahwa masyarakat bukan ancaman bagi hutan, melainkan mitra strategis dalam perlindungan kawasan.
Kami mengajak seluruh pihak untuk berhenti menyederhanakan persoalan kompleks konservasi hanya demi kepentingan tertentu, serta mulai melihat persoalan hutan secara adil, menyeluruh, dan berbasis fakta lapangan. Kelestarian TNGC tidak akan terwujud dengan narasi sepihak, melainkan melalui kolaborasi, keadilan ekologis, dan keberpihakan pada masyarakat yang selama ini menjaga hutan dengan tulus.
.AY

Posting Komentar