Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Headline News OKP Penyadapan Pinus di TNGC adalah "Pembunuhan" Pohon Secara Legal
Headline News OKP

Penyadapan Pinus di TNGC adalah "Pembunuhan" Pohon Secara Legal

Abas
Abas
08 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, pemudakuningan.id – Aktivis lingkungan dari Club Pendaki Gunung dan Penempuh Rimba Candradimuka, Oki, mengecam keras praktik penyadapan pinus di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang ditemukan melampaui batas kewajaran. Di lapangan, ditemukan satu pohon menderita lebih dari 8 sayatan (koakan), sebuah praktik yang dianggap sebagai eksploitasi brutal di zona konservasi.  


              Merujuk pada kajian ilmiah dari N.M. Heriyanto dan Garsetiasih (Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi) dalam penelitiannya tentang dampak penyadapan getah pinus.


Kajian tersebut menyatakan bahwa intensitas penyadapan yang tinggi secara langsung:


Melemahkan Struktur Mekanis: Pohon kehilangan kekuatan untuk menahan beban angin dan badai.


Stres Fisiologis: Energi pohon habis hanya untuk menutup luka, bukan untuk tumbuh atau memproduksi oksigen.


Pintu Masuk Patogen: Sayatan masif (lebih dari 8 titik) menjadi "karpet merah" bagi jamur dan serangga penggerek yang membusukkan batang dari dalam.


            Oki juga menyentil statemen salah satu tokoh muda politik sekaligus ketua partai berlogo gajah yang dianggap kurang peka terhadap integritas hutan.


"Logo partainya gajah, tapi cara berpikirnya tidak mencerminkan filosofi gajah sebagai penjaga rimba. Gajah itu menjaga keberlanjutan ekosistem secara utuh, bukan cuma bicara soal teknis mata air. Jika ekosistem Ciremai rusak karena sayatan serakah ini, mata air pun akan hilang. Jangan bicara politik hijau jika membiarkan pohon di zona konservasi 'disiksa' demi getah," ujar Oki.




          Meskipun terdapat Perda, OKI  mengingatkan bahwa kedudukan Undang-Undang jauh lebih tinggi. Praktik penyadapan yang merusak di kawasan Taman Nasional dapat dikonfrontasi dengan:


UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya:


Pasal 33 ayat (3): Melarang kegiatan yang tidak sesuai dengan fungsi zona pemanfaatan dan zona lain dari taman nasional. Eksploitasi yang merusak tegakan pohon jelas bertentangan dengan fungsi konservasi.


UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan:


Menegaskan bahwa setiap orang dilarang merusak prasarana dan sarana perlindungan hutan. Penyadapan yang mematikan pohon secara perlahan adalah bentuk perusakan aset negara.


"Kami mendesak otoritas TNGC untuk bertindak. Jangan sampai Perda dijadikan alat untuk melegalkan pengrusakan sistematis di jantung Ciremai," tutup OKI (CD. 11.110. HG).



.AY

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Setahun Berdiri, Yonif TP 839/Satria Abyakta Kian Dekat dengan Masyarakat Kuningan

Abas- Agustus 11, 2026 0
Setahun Berdiri, Yonif TP 839/Satria Abyakta Kian Dekat dengan Masyarakat Kuningan
KUNINGAN, ( PK ) – Genap satu tahun berdiri, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 839/Satria Abyakta terus menunjukkan eksistensinya di tengah…

Most Popular

Bakesbangpol Kuningan Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah Lewat Berbagai Program Pembinaan

Bakesbangpol Kuningan Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah Lewat Berbagai Program Pembinaan

Maret 11, 2026
Pemkab Kuningan Gelar Diskusi Panel “AI for Everyone” Bareng KUMPUL – AI Ignition Indonesia

Pemkab Kuningan Gelar Diskusi Panel “AI for Everyone” Bareng KUMPUL – AI Ignition Indonesia

September 20, 2025
Tour de Linggarjati 2025 Dinilai Seremonial Elitis dan Beban Struktural

Tour de Linggarjati 2025 Dinilai Seremonial Elitis dan Beban Struktural

September 04, 2025

Editor Post

Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik dalam Pengangkatan PPPK, Oknum Guru SDN 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara

Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik dalam Pengangkatan PPPK, Oknum Guru SDN 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara

Juli 01, 2026
Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
3,1 Miliar Penggunaan Kas GU Disdik Tanpa SPJ, Eks Kadis Pendidikan Diperiksa Kejaksaan

3,1 Miliar Penggunaan Kas GU Disdik Tanpa SPJ, Eks Kadis Pendidikan Diperiksa Kejaksaan

Juli 12, 2026

Popular Post

Bakesbangpol Kuningan Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah Lewat Berbagai Program Pembinaan

Bakesbangpol Kuningan Perkuat Persatuan dan Stabilitas Daerah Lewat Berbagai Program Pembinaan

Maret 11, 2026
Pemkab Kuningan Gelar Diskusi Panel “AI for Everyone” Bareng KUMPUL – AI Ignition Indonesia

Pemkab Kuningan Gelar Diskusi Panel “AI for Everyone” Bareng KUMPUL – AI Ignition Indonesia

September 20, 2025
Tour de Linggarjati 2025 Dinilai Seremonial Elitis dan Beban Struktural

Tour de Linggarjati 2025 Dinilai Seremonial Elitis dan Beban Struktural

September 04, 2025

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us