Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Headline News Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga
Headline News

Jembatan Cijemit Kembali Rusak Diterjang Arus, Proyek Belum Rampung Tuai Sorotan Warga

Abas
Abas
28 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, ( PK ) – Hujan deras yang disertai angin kencang kembali memperparah kondisi jembatan penghubung di wilayah Desa Cijemit, Desa Gunung Manik, dan Desa Pinara, Kecamatan Ciniru. Besi konstruksi jembatan yang belum rampung dilaporkan kembali terbawa arus sungai, memicu kekecewaan dan kritik dari warga setempat.


Dalam rekaman video yang beredar, terlihat derasnya aliran sungai menghantam struktur jembatan. Sejumlah bagian rangka besi tampak tidak mampu bertahan dan terseret arus, memperlihatkan kondisi pembangunan yang dinilai belum siap menghadapi cuaca ekstrem.


Padahal, jembatan tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat. Selain digunakan sebagai jalur alternatif pejalan kaki, jembatan ini juga mempercepat mobilitas warga. Tanpa akses tersebut, warga harus memutar dengan selisih waktu tempuh sekitar 10 menit menggunakan kendaraan.


“Ini akses vital. Kalau tidak lewat sini, harus muter jauh. Sudah begitu, pembangunannya juga belum selesai tapi sudah rusak lagi,” ungkap salah seorang warga.


Proyek Disorot, Kualitas Dipertanyakan


Kerusakan yang terjadi sebelum proyek rampung memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Warga menilai, proyek infrastruktur yang berada di wilayah rawan luapan sungai semestinya dirancang dengan memperhitungkan risiko banjir dan kekuatan arus.


Kondisi ini memperkuat dugaan adanya kelemahan dalam aspek teknis maupun pengawasan. Pasalnya, struktur yang belum selesai seharusnya memiliki sistem pengamanan sementara agar tidak mudah rusak sebelum digunakan.


“Kalau dari awal sudah tidak kuat, bagaimana nanti kalau sudah dipakai? Ini harus jadi bahan evaluasi,” tambah warga lainnya.




Minim Antisipasi, Pengawasan Dipertanyakan


Selain persoalan teknis, warga juga menyoroti minimnya langkah antisipasi dari pihak pelaksana proyek. Tidak terlihat adanya perlindungan sementara seperti penahan arus atau penguatan struktur selama masa pembangunan berlangsung.


Hal ini menimbulkan kesan bahwa proyek berjalan tanpa mitigasi risiko yang memadai, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi belakangan ini.


Desakan Transparansi dan Tanggung Jawab


Warga mendesak pemerintah daerah serta pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Transparansi anggaran, perencanaan teknis, hingga pengawasan proyek menjadi tuntutan utama agar kejadian serupa tidak terus berulang.


Menurut warga, pembangunan infrastruktur tidak hanya soal penyelesaian fisik, tetapi juga menyangkut kualitas, ketahanan, dan keselamatan pengguna dalam jangka panjang.


“Jangan sampai anggaran sudah keluar, tapi hasilnya tidak bertahan. Kami butuh jembatan yang benar-benar layak dan aman,” tegas warga.


Aktivitas Warga Terganggu


Akibat rusaknya kembali jembatan tersebut, aktivitas masyarakat lintas desa terganggu. Pelajar, pekerja, hingga warga yang bergantung pada akses itu kini harus kembali mencari jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu.


Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya di daerah rawan bencana, harus dilakukan dengan perencanaan matang, pengawasan ketat, serta komitmen terhadap kualitas agar tidak merugikan masyarakat.


.AY

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026–2030, Bupati Dian Dorong Budaya Jadi Identitas dan Kekuatan Wisata Daerah

Abas- Mei 11, 2026 0
Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026–2030, Bupati Dian Dorong Budaya Jadi Identitas dan Kekuatan Wisata Daerah
KUNINGAN, ( PK ) — Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo …

Most Popular

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026
KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

Mei 11, 2026
300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

Mei 10, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Rohaman Tunjukkan Kepedulian: Dampingi Kasus Predator Anak Luragung Meski Tengah Pimpin Rapat RAPBD

Rohaman Tunjukkan Kepedulian: Dampingi Kasus Predator Anak Luragung Meski Tengah Pimpin Rapat RAPBD

Oktober 17, 2025

Popular Post

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026
KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

Mei 11, 2026
300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

Mei 10, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us