Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Headline News Pendidikan Politik PMII Kuningan: Tunjangan Rumah DPRD Rp25 Juta Adalah Luka Etika Politik di Tengah Krisis Efisiensi
Headline News Pendidikan Politik

PMII Kuningan: Tunjangan Rumah DPRD Rp25 Juta Adalah Luka Etika Politik di Tengah Krisis Efisiensi

Abas
Abas
06 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Kuningan, (PK) -  Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kuningan menyayangkan dan mengecam kabar mengenai besaran tunjangan perumahan anggota DPRD Kabupaten Kuningan yang mencapai Rp25 juta per bulan, padahal realita sewa rumah di Kuningan jarang sekali menyentuh angka Rp22 juta per bulan. Fakta ini bukan hanya ironi, melainkan potret nyata betapa jauh jarak antara wakil rakyat dengan realitas kehidupan rakyat yang mereka wakili.

Di tengah situasi nasional yang menuntut efisiensi anggaran negara, kabar ini terasa seperti tamparan keras bagi masyarakat. Bagaimana mungkin, ketika rakyat kecil masih dihantui kesulitan biaya pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan sehari-hari, para wakil rakyat justru menikmati tunjangan berlebih yang bahkan tidak relevan dengan harga pasar di daerah ini?

PMII Kuningan menilai bahwa praktik seperti ini bukan sekadar soal angka, tetapi soal moralitas dan etika politik. Tunjangan yang tidak realistis menunjukkan adanya budaya politik konsumtif yang diwariskan tanpa evaluasi, dan seolah mengabaikan rasa keadilan publik. Wakil rakyat seharusnya menjadi teladan dalam mengelola uang rakyat, bukan justru memperlihatkan gaya hidup yang tidak kontekstual dengan daerah yang mereka pimpin.

Kritik Keras PMII

1. Tunjangan Rp25 juta adalah bentuk pemborosan anggaran daerah di tengah masyarakat yang menjerit dengan biaya hidup yang semakin tinggi.

2. DPRD Kuningan harus membuka dasar perhitungan tunjangan perumahan kepada publik secara transparan, agar rakyat tahu dari mana dan dengan alasan apa angka tersebut disusun.

3. Besaran tunjangan harus ditinjau ulang agar sesuai dengan kondisi objektif Kuningan, bukan sekadar mengacu pada regulasi formal yang tidak memotret realita lokal.

4. Prioritas anggaran harus diarahkan untuk rakyat kecil, bukan pada kenyamanan berlebih para pejabat.

PMII Kuningan mendesak DPRD agar berani melakukan evaluasi internal dan memangkas tunjangan yang tidak masuk akal. Kami juga meminta Bupati Kuningan serta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit dan koreksi terhadap pos-pos anggaran yang berpotensi memboroskan keuangan daerah.

Jika DPRD masih menutup mata dan telinga, maka PMII Kuningan menegaskan akan menggalang gerakan moral yang lebih besar, turun ke jalan bersama rakyat, dan membuka fakta-fakta anggaran yang selama ini bersembunyi di balik meja kekuasaan.

Kami percaya, politik bukanlah panggung untuk memperkaya diri, melainkan amanah untuk mengabdi. Jika wakil rakyat sudah kehilangan rasa empati dan kepekaan terhadap denyut nadi masyarakat, maka sesungguhnya mereka telah gagal menjalankan etika politik dan budaya kepemimpinan bangsa ini.


Penulis : Ketua Cabang PMII Kuningan Dhika Purbaya

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Pemkab Kuningan Siap Gelar Operasi Pasar, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Ramadan

Abas- Februari 14, 2026 0
Pemkab Kuningan Siap Gelar Operasi Pasar, Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Ramadan
KUNINGAN, ( PK ) — Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah, Dian Rachmat Yanuar melakukan monitoring ketersediaan pasokan dan harga kebutuhan pokok di Pasar Ancaran …

Most Popular

Menanggapi Pemberitaan Media Infokuningan24jam.com Terkait Penyadapan di TNGC

Menanggapi Pemberitaan Media Infokuningan24jam.com Terkait Penyadapan di TNGC

Februari 08, 2026
Penyadapan Pinus di TNGC adalah "Pembunuhan" Pohon Secara Legal

Penyadapan Pinus di TNGC adalah "Pembunuhan" Pohon Secara Legal

Februari 08, 2026
BTNGC di Persimpangan Konservasi dan Eksploitasi,Tata Kelola Zona Tradisional dan Praktik Sadapan Pinus Disorot

BTNGC di Persimpangan Konservasi dan Eksploitasi,Tata Kelola Zona Tradisional dan Praktik Sadapan Pinus Disorot

Februari 07, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

Menanggapi Pemberitaan Media Infokuningan24jam.com Terkait Penyadapan di TNGC

Menanggapi Pemberitaan Media Infokuningan24jam.com Terkait Penyadapan di TNGC

Februari 08, 2026
Penyadapan Pinus di TNGC adalah "Pembunuhan" Pohon Secara Legal

Penyadapan Pinus di TNGC adalah "Pembunuhan" Pohon Secara Legal

Februari 08, 2026
BTNGC di Persimpangan Konservasi dan Eksploitasi,Tata Kelola Zona Tradisional dan Praktik Sadapan Pinus Disorot

BTNGC di Persimpangan Konservasi dan Eksploitasi,Tata Kelola Zona Tradisional dan Praktik Sadapan Pinus Disorot

Februari 07, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us