Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Eksekutif Headline News Akhirnya TNGC Dipukul KO Gubernur Jabar KDM
Eksekutif Headline News

Akhirnya TNGC Dipukul KO Gubernur Jabar KDM

Abas
Abas
19 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, pemudakuningan.id – Di tengah carut-marut tata kelola lingkungan hidup dan absennya keberanian moral para pengambil kebijakan, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) akhirnya “dipukul KO” oleh inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Sidak tersebut menjadi bukti telanjang bahwa kerusakan kawasan konservasi Gunung Ciremai bukan sekadar isu teknis, melainkan hasil dari pembiaran sistemik yang berlangsung lama.


Sidak Gubernur Jabar dilakukan menyusul aksi demonstrasi aktivis lingkungan bertajuk Save Ciremai di depan Gedung Sate pada 6 Januari 2026. Aksi tersebut menyoroti kondisi kritis pengelolaan TNGC, khususnya di wilayah Kabupaten Kuningan, yang selama ini luput dari pengawasan serius negara.


Kedatangan KDM ke lapangan menegaskan satu hal penting: negara sebenarnya tahu, tetapi memilih diam. Pembiaran terhadap berbagai praktik eksploitatif di kawasan konservasi telah menjelma menjadi kejahatan struktural yang dilegalkan oleh kelambanan birokrasi.


Eksploitasi Terbuka, Negara Membisu


Di lapangan, berbagai pelanggaran terjadi nyaris tanpa perlawanan. Mulai dari pencurian kayu dan pembalakan liar, penyadapan getah pinus tanpa izin, pemanfaatan serta penjualan mata air ilegal, hingga pembukaan lahan dan aktivitas wisata di lereng Gunung Ciremai yang merusak fungsi ekologis kawasan.


Ironisnya, kondisi tersebut bukan rahasia umum. Mayoritas masyarakat Kuningan mengetahui praktik-praktik tersebut berlangsung secara terang-terangan. Namun upaya kolektif untuk menghentikannya selalu kandas karena para pemegang kekuasaan, intelektual, tokoh masyarakat, bahkan sebagian aktivis, memilih diam. Ketakutan, kepentingan, dan kompromi politik menjelma menjadi tembok tebal yang melindungi perusak lingkungan.


Kebodohan Sistemik dalam Tata Kelola Negara


Apa yang terjadi di TNGC bukan kasus tunggal, melainkan potret kegagalan berpikir negara secara struktural. Kebijakan yang lahir cenderung tambal sulam, reaktif, dan tidak menyentuh akar persoalan. Negara lebih sibuk meredam kegaduhan ketimbang menyelamatkan masa depan ekologis rakyatnya.


Dalam kondisi seperti ini, rasionalitas justru dianggap ancaman. Berpikir logis dipersepsikan tidak sopan. Kritik dipandang sebagai gangguan stabilitas. Akibatnya, kebodohan bukan lagi persoalan individu, melainkan telah dilembagakan dalam sistem pemerintahan itu sendiri.


Momentum Sejarah atau Kembali Gagal


Inspeksi Gubernur Jawa Barat harus dipahami sebagai momentum sejarah, bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah ujian: apakah negara berani membongkar jaringan kepentingan yang merusak kawasan konservasi, atau kembali mengulang pola lama—ribut sebentar, lalu senyap.


“Jika momentum ini kembali disia-siakan, maka jangan salahkan siapa pun ketika bangsa ini runtuh oleh kebodohannya sendiri,” tegas Ketua LSM Frontal, Uha Juhana, Senin (19/1/2026).


Menurutnya, situasi hari ini menuntut tindakan revolusioner yang terstruktur, sistematis, dan masif. Tidak cukup dengan retorika hijau atau jargon keberlanjutan. Yang dibutuhkan adalah keberanian moral untuk memutus mata rantai kejahatan lingkungan yang selama ini dilindungi oleh kekuasaan.


Ciremai sebagai Cermin Bangsa


Gunung Ciremai kini bukan sekadar bentang alam, melainkan cermin kondisi bangsa. Ketika negara-negara lain berlomba membangun indeks kebahagiaan, warga Indonesia justru dipaksa terus-menerus mengoreksi pemerintahnya sendiri.


Pertanyaannya kini sederhana namun menentukan:


apakah negara akan berdiri sebagai pelindung alam dan rakyat, atau terus menjadi penonton yang membiarkan kehancuran berlangsung?


.AY

Via Eksekutif
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Difitnah Maling, Kades Desa Penyangga Bergerak Suarakan Aspirasikan Warga HHBK Getah Pinus

Abas- Februari 20, 2026 0
Difitnah Maling, Kades Desa Penyangga Bergerak Suarakan Aspirasikan Warga HHBK Getah Pinus
KUNINGAN, ( PK ) - Polemik pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) di zona tradisional kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai kembali memanas di media sosial…

Most Popular

Difitnah Maling, Kades Desa Penyangga Bergerak Suarakan Aspirasikan Warga HHBK Getah Pinus

Difitnah Maling, Kades Desa Penyangga Bergerak Suarakan Aspirasikan Warga HHBK Getah Pinus

Februari 20, 2026
Musda XVII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kuningan Tetapkan 35 OKP Lolos, 20 Dicabut Sementara

Musda XVII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kuningan Tetapkan 35 OKP Lolos, 20 Dicabut Sementara

Februari 15, 2026
Sekretaris DPRD dan Kepala BPKAD Disorot Soal Tunjangan 2026, Bupati Kuningan Diminta Segera Terbitkan Perbup

Sekretaris DPRD dan Kepala BPKAD Disorot Soal Tunjangan 2026, Bupati Kuningan Diminta Segera Terbitkan Perbup

Februari 19, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

Difitnah Maling, Kades Desa Penyangga Bergerak Suarakan Aspirasikan Warga HHBK Getah Pinus

Difitnah Maling, Kades Desa Penyangga Bergerak Suarakan Aspirasikan Warga HHBK Getah Pinus

Februari 20, 2026
Musda XVII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kuningan Tetapkan 35 OKP Lolos, 20 Dicabut Sementara

Musda XVII Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Kuningan Tetapkan 35 OKP Lolos, 20 Dicabut Sementara

Februari 15, 2026
Sekretaris DPRD dan Kepala BPKAD Disorot Soal Tunjangan 2026, Bupati Kuningan Diminta Segera Terbitkan Perbup

Sekretaris DPRD dan Kepala BPKAD Disorot Soal Tunjangan 2026, Bupati Kuningan Diminta Segera Terbitkan Perbup

Februari 19, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us