Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Ekonomi News OKP pertanian KTH Sapu Jagat Perkuat Konservasi Kawasan Penyangga TNGC, Fokus Jaga Mata Air dan Cegah Kebakaran
Ekonomi News OKP pertanian

KTH Sapu Jagat Perkuat Konservasi Kawasan Penyangga TNGC, Fokus Jaga Mata Air dan Cegah Kebakaran

Abas
Abas
09 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, pemudakuningan.id – Kelompok Tani Hutan (KTH) Sapu Jagat di Desa Setianegara terus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga kawasan penyangga Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Berbagai kegiatan konservasi dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penanaman, pemeliharaan hutan, patroli kawasan, hingga pengamanan titik-titik mata air.


Ketua KTH Sapu Jagat, Jafar, mengatakan upaya konservasi yang dilakukan kelompoknya tidak hanya sebatas penanaman pohon, tetapi juga penjagaan kawasan hutan yang dinilai rawan dan vital bagi lingkungan serta masyarakat.


“Kami melakukan penanaman, pemeliharaan, penjagaan kawasan, serta patroli di titik-titik rawan, terutama di sekitar mata air sebagai suplai air untuk masyarakat,” ujar Jafar, Senin (9/2/2026).


Menurutnya, KTH Sapu Jagat telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dan masyarakat dalam upaya konservasi kawasan mata air, termasuk di area yang sebelumnya terdampak kebakaran di wilayah administratif Desa Setianegara. Kawasan tersebut kini direhabilitasi melalui penanaman kembali, termasuk di area kebun bambu.




“Alhamdulillah, sampai sekarang masih berjalan dan terus kami rawat,” katanya.


Selain rehabilitasi, KTH Sapu Jagat juga mengelola persemaian bibit berbagai tanaman endemik dan Multi Purpose Tree Species (MPTS). Bibit tersebut dimanfaatkan untuk memulihkan kawasan hutan yang mengalami degradasi dan wilayah rawan kebakaran.


Jafar menegaskan, konservasi membutuhkan kearifan lokal dan keterlibatan masyarakat. Tanpa kepedulian warga sekitar, rehabilitasi dan penjagaan hutan dinilai sulit berjalan optimal.


“Konservasi harus nyata, bukan sekadar wacana. Penanaman, perawatan, dan pengamanan kawasan harus diiringi peningkatan kesadaran masyarakat,” tegasnya.


Dalam patroli rutin, KTH Sapu Jagat tidak hanya fokus pada pencegahan kebakaran hutan, tetapi juga memantau kondisi mata air dan ekosistem untuk menjaga keseimbangan lingkungan serta habitat satwa liar.


Untuk jenis tanaman, penanaman disesuaikan dengan karakter lingkungan. Di sekitar mata air ditanam picung, binuang, dan dadap. Sementara di wilayah rawan kebakaran ditanam tanaman relatif tahan api seperti petai dan simpur. Tanaman buah dari jenis MPTS juga dikembangkan untuk menyediakan pakan satwa liar agar tidak turun ke lahan pertanian warga.


“Dengan menanam pakan satwa di hutan, diharapkan satwa tidak masuk ke kebun warga,” jelasnya.


Anggota KTH Sapu Jagat, Maming, menambahkan kelompoknya aktif sejak 2019 dan rutin terlibat dalam penanaman, patroli, serta pembuatan sekat bakar saat musim kemarau.


“Di Desa Setianegara saja, sejak 2019 sampai sekarang sudah hampir 5.000 pohon yang kami tanam,” ungkapnya.


Patroli dilakukan secara gabungan bersama pihak TNGC dan mitra lainnya. Hingga kini, gangguan seperti pencurian kayu hampir tidak ditemukan, sementara potensi kebakaran menjadi fokus utama pengawasan.


Maming mengakui, keberadaan zona tradisional di kawasan TNGC turut memberikan dampak ekonomi bagi anggota KTH melalui komoditas seperti kopi, penyadapan pinus, dan MPTS.


“Manfaat ekonominya sangat terasa dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya.


Melalui Paguyuban Silihwangi Maja Kuning, KTH Sapu Jagat menilai pelestarian Gunung Ciremai harus berbasis kolaborasi dan keterlibatan masyarakat agar hutan tetap lestari sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.


.AY

Via Ekonomi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Revitalisasi Gedung Eks Kadugede, Bupati Kuningan Siapkan Bale Budaya Tanpa Hilangkan Nilai Sejarah

Abas- Maret 27, 2026 0
Revitalisasi Gedung Eks Kadugede, Bupati Kuningan Siapkan Bale Budaya Tanpa Hilangkan Nilai Sejarah
KUNINGAN, ( PK ) – Gedung eks kewedanaan Kadugede yang memiliki nilai historis dan struktur bangunan yang masih layak, mendapat perhatian serius dari Bupati Ku…

Most Popular

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Maret 26, 2026
Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Maret 25, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

ASN di Kuningan Rekayasa Pencurian Modus Pecah Kaca Mobil, Takut Ketahuan Istri

Maret 26, 2026
Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Puluhan SMP di Kuningan Dikejar TGR Rp826 Juta, Ingat Kasus PUTR: Bayar Tak Hapus Pidana!

Maret 26, 2026
Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Akuntabilitas Dipertaruhkan: Kasus BAIS Jadi Ujian Besar TNI

Maret 25, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us