Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Ekonomi Headline News Polemik Insentif Guru sebagai kordinator disekolah penerima Program MBG : Antara Tanggung Jawab dan Pembungkaman Suara Orang Tua
Ekonomi Headline News

Polemik Insentif Guru sebagai kordinator disekolah penerima Program MBG : Antara Tanggung Jawab dan Pembungkaman Suara Orang Tua

Abas
Abas
26 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Kuningan, ( PK )  – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) kini tengah menjadi sorotan. Bukan hanya soal distribusi gizi, namun juga terkait tata kelola koordinasi di tingkat sekolah dan transparansi pengawasan oleh publik.


Berdasarkan Surat Edaran BGN Nomor 5 Tahun 2025, setiap sekolah menunjuk 1 hingga 3 orang koordinator atau Person in Charge (PIC) untuk mengawal distribusi makanan. Para koordinator ini, yang diprioritaskan dari kalangan guru honorer, berhak menerima insentif sebesar Rp100.000 per hari penugasan yang dicairkan setiap 10 hari sekali.


Namun, di balik kebijakan insentif tersebut, muncul laporan mengenai adanya upaya pembatasan informasi di media sosial. Di salah satu wilayah di kecamatan jalakssna dilaporkan bahwa koordinator sekolah meminta orang tua murid untuk menghapus unggahan status WhatsApp terkait jalannya program MBG. Permintaan ini diduga muncul setelah pihak koordinator ditegur oleh pihak "dapur" atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).


Langkah ini memicu kekhawatiran mengenai fungsi kontrol sosial. Jika kritik atau sekadar dokumentasi harian dari orang tua diminta untuk dihapus, muncul pertanyaan besar mengenai akuntabilitas program jika terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.


Nurdiansyah orang tua murid menyampaikan Keresahan utama dari para orang tua adalah terkait risiko keamanan pangan. Muncul sebuah pertanyaan kritis: "Jika terjadi kasus keracunan massal, apakah koordinator sekolah akan tetap diam demi menjaga nama baik penyedia jasa (pihak dapur)?"


Secara aturan, insentif Rp100.000 tersebut diberikan justru untuk memotivasi pendidik dalam memastikan kelancaran dan keamanan konsumsi siswa. Jika koordinator lebih memilih mengikuti tekanan pihak dapur daripada mendengarkan masukan orang tua, maka esensi dari peran "penanggung jawab" tersebut patut dipertanyakan.


"Insentif itu bukan untuk membungkam kritik, tapi biaya profesionalisme untuk memastikan anak-anak makan dengan aman. Jika ada masalah gizi atau kebersihan, suara orang tua adalah deteksi dini yang paling jujur," ujar Nurdiansyah


Masyarakat berharap Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan perlindungan tidak hanya bagi para pengelola, tetapi juga menjamin ruang bagi orang tua murid untuk memberikan umpan balik demi keselamatan anak-anak mereka.



.AY ( PK )

Via Ekonomi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Srikandi Pemuda Pancasila Kuningan Angkat Suara, Tegas Lawan Pelecehan Seksual Dukun Cabul

Abas- April 10, 2026 0
Srikandi Pemuda Pancasila Kuningan Angkat Suara, Tegas Lawan Pelecehan Seksual Dukun Cabul
KUNINGAN, ( PK ) -  Menanggapi  isu pelecehan seksual dukun cabul yang meresahkan di Kabupaten Kuningan, Srikandi MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Kuningan men…

Most Popular

Pemkab Kuningan Buka Seleksi Dewan Pengawas Perumda BPR Periode 2026–2030

Pemkab Kuningan Buka Seleksi Dewan Pengawas Perumda BPR Periode 2026–2030

April 06, 2026
Puspa Langlangbuana Bangkit, Sinergi Pemkab dan Bank BJB Dorong Ekonomi UMKM

Puspa Langlangbuana Bangkit, Sinergi Pemkab dan Bank BJB Dorong Ekonomi UMKM

Maret 29, 2026
Dugaan Korupsi Tunjangan Transportasi Rp900 Juta : Menyeret 4 Pimpinan DPRD Kuningan

Dugaan Korupsi Tunjangan Transportasi Rp900 Juta : Menyeret 4 Pimpinan DPRD Kuningan

April 06, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

Kuningan Fair Tinggalkan Sampah, H+4 Masih Menumpuk — Ade Kurniawan (Huma) Desak Pemerintah Jangan Cuci Tangan!

September 13, 2025

Popular Post

Pemkab Kuningan Buka Seleksi Dewan Pengawas Perumda BPR Periode 2026–2030

Pemkab Kuningan Buka Seleksi Dewan Pengawas Perumda BPR Periode 2026–2030

April 06, 2026
Puspa Langlangbuana Bangkit, Sinergi Pemkab dan Bank BJB Dorong Ekonomi UMKM

Puspa Langlangbuana Bangkit, Sinergi Pemkab dan Bank BJB Dorong Ekonomi UMKM

Maret 29, 2026
Dugaan Korupsi Tunjangan Transportasi Rp900 Juta : Menyeret 4 Pimpinan DPRD Kuningan

Dugaan Korupsi Tunjangan Transportasi Rp900 Juta : Menyeret 4 Pimpinan DPRD Kuningan

April 06, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us