Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Eksekutif Headline News Diduga Ada Pungutan: Penjualan Obat Malaria di Desa di Kabupaten Kuningan Disorot Warga
Eksekutif Headline News

Diduga Ada Pungutan: Penjualan Obat Malaria di Desa di Kabupaten Kuningan Disorot Warga

Abas
Abas
23 Sep, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, pemudakuningan.id – Warga di salah satu desa Kabupaten Kuningan mengeluhkan adanya praktik penjualan obat malaria atau larvasida yang dilakukan oleh aparatur desa dengan harga Rp5.000 per bungkus. Ironisnya, warga mengaku tidak diberikan kebebasan untuk membeli sesuai kebutuhan, melainkan diwajibkan membeli minimal dua bungkus dengan total Rp10.000.


Dalih yang digunakan pihak desa adalah bahwa pembelian larvasida ini hanya dilakukan “setahun sekali”, sehingga dianggap tidak memberatkan masyarakat. Namun, kebijakan tersebut justru menimbulkan pertanyaan kritis dari warga.


“Kalau memang ini program kesehatan, kenapa harus dijual? Bukankah biasanya obat-obatan pencegahan penyakit menular dari pemerintah dibagikan gratis melalui kader kesehatan?” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan.


Praktik penjualan ini menimbulkan dugaan adanya pungutan yang tidak semestinya, mengingat obat larvasida atau abate biasanya termasuk dalam program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan dibagikan oleh Dinas Kesehatan secara cuma-cuma. Selain itu, kewajiban membeli lebih dari satu bungkus dinilai memberatkan, apalagi bagi masyarakat kecil.


Sejumlah tokoh masyarakat juga mempertanyakan transparansi penggunaan dana desa. “Kalau dana desa bisa dialokasikan untuk penyemprotan nyamuk atau pemberantasan malaria, kenapa malah membebani warga dengan penjualan obat seperti ini? Harus ada penjelasan terbuka dari pihak desa maupun dinas terkait,” kata seorang tokoh pemuda setempat.


Praktik semacam ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan warga terhadap pemerintah desa, terutama bila tidak ada dasar hukum yang jelas mengenai pungutan tersebut. Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya Dinas Kesehatan, diminta segera menindaklanjuti laporan warga agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan yang merugikan masyarakat.


Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan program kesehatan menjadi penting, mengingat obat malaria atau larvasida berkaitan langsung dengan upaya pencegahan penyakit demam berdarah maupun malaria yang seharusnya menjadi layanan publik tanpa biaya tambahan.



.Abas Yusuf 

Via Eksekutif
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026–2030, Bupati Dian Dorong Budaya Jadi Identitas dan Kekuatan Wisata Daerah

Abas- Mei 11, 2026 0
Pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan 2026–2030, Bupati Dian Dorong Budaya Jadi Identitas dan Kekuatan Wisata Daerah
KUNINGAN, ( PK ) — Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar resmi melantik Dewan Kebudayaan Kuningan Masa Bakti 2026–2030 dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo …

Most Popular

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026
KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

Mei 11, 2026
300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

Mei 10, 2026

Editor Post

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

Karnaval Budaya Hari Jadi Kuningan ke-527 Digelar 5 Oktober

September 25, 2025
Rohaman Tunjukkan Kepedulian: Dampingi Kasus Predator Anak Luragung Meski Tengah Pimpin Rapat RAPBD

Rohaman Tunjukkan Kepedulian: Dampingi Kasus Predator Anak Luragung Meski Tengah Pimpin Rapat RAPBD

Oktober 17, 2025

Popular Post

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Bupati Dian Kunjungi Korban Dugaan Pengeroyokan di Cilimus, Minta Pelaku Segera Ditangkap

Mei 11, 2026
KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

KOTI Mahatidana PP Kuningan Kutuk Keras Penganiayaan Anak di Bawah Umur oleh Oknum Suporter

Mei 11, 2026
300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

300 Juta Belanja Pakaian Dinas DPRD Kuningan Rawan Dugaan Korupsi, Diminta Dibatalkan

Mei 10, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us