Telusuri
24 C
id
  • Sign in / Join
  • Blog
  • Forums
Pemuda Kuningan
Buy template blogger
  • News
  • Eksekutif
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Kesehatan
    • Budaya
    • Wisata
  • Politik
    • Video
  • Olahraga
  • Video
  • Featured
    • Home - Homepage
    • Home - Post Single
    • Home - Post Label
    • Home - Post Search
    • Home - Post Archive
    • Home - Eror 404
    • RTL LanguageNew
    • ChangelogNew
Pemuda Kuningan
Telusuri
Beranda Headline News OKP pertanian Waspada Kemarau Ekstrem, 28 KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bergerak Cegah Karhutla di Ciremai
Headline News OKP pertanian

Waspada Kemarau Ekstrem, 28 KTH Paguyuban Silihwangi Majakuning Bergerak Cegah Karhutla di Ciremai

Abas
Abas
24 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


KUNINGAN, ( PK ) - Potensi musim kemarau ekstrem yang diprediksia BMKG menjadi perhatian serius  kelompok masyarakat di desa penyangga kawasan  Taman Nasional Gunung Ciremai, yang tergabung kedalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Paguyuban Silihwangi Majakuning.


Warga di Paguyuban ini bergerak lebih awal memperkuat sistem mitigasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Seperti yang dilakukan pekan ini, Pengurus Paguyuban aktif mendatangi sejumlah KTH di Majalengka, menggelar sosialisasi pencegahan dini kebakaran, serta memberikan bantuan peralatan pemadam api Jet Shooter. Kegiatan serupa akan dilanjutkan kepada KTH di Kabupaten Kuningan hingga akhir April 2026.


"Ada sekitar 28 KTH di Majalengka dan Kuningan yang akan mengikuti kegiatan pencegahan karhutla ini. Meliputi sosialisasi kesiapan, turut serta patroli rutin bersama BTNGC dan meningkatkan koordinasi, hingga pemeliharaan sekat bakar," jelas Nandar, disela kunjungan ke salahsatu KTH di Kuningan, Kamis (24/04).


Pekan ini, jajaran pengurus telah menggelar kegiatan di kawasan Buper Panten, Desa Argalingga, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Kegiatan difokuskan pada penguatan kesiapsiagaan lapangan, peningkatan kapasitas personel KTH, hingga penyerahan bantuan Jet Shooter atau pompa punggung untuk mempercepat penanganan awal saat muncul titik api di kawasan hutan.


Prakiraan BMKG terkait potensi kemarau ekstrem 2026 akibat fenomena “Godzilla El Nino” memunculkan kekhawatiran serius terhadap ancaman kekeringan panjang dan meningkatnya risiko kebakaran di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai. Situasi ini dinilai berpotensi mengancam fungsi ekologis TNGC sebagai daerah tangkapan air sekaligus penyangga kehidupan masyarakat lintas wilayah di Kuningan dan Majalengka.


Nandar, menilai mitigasi tidak bisa dilakukan secara reaktif saat api mulai membesar. Persiapan harus dibangun sejak dini melalui penguatan koordinasi antar-KTH, kesiapan sarana pemadaman awal, hingga patroli rutin di titik rawan kebakaran.


“Mitigasi harus dimulai dari sekarang. Jangan menunggu api membesar baru bergerak. Kesiapan personel, alat, dan koordinasi menjadi kunci agar penyebaran api bisa ditekan sejak awal,” tegas H. Nandar.


Ia menilai keberadaan KTH, sebagai warga yang tinggal berbatasan langsung dengan Hutan Ciremai,  memiliki  posisi strategis,  garda terdepan penjaga kawasan hutan. Karena itu, solidaritas antar kelompok dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi potensi karhutla selama musim kemarau panjang.


“Kalau sewaktu-waktu terjadi kebakaran, seluruh KTH harus saling membantu dan bergerak cepat. Kekompakan di lapangan akan menentukan cepat atau lambatnya penanganan,” ujarnya.


Selain memperkuat kesiapan teknis, kegiatan itu juga menyoroti pentingnya evaluasi dari kasus-kasus kebakaran sebelumnya. Koordinator Lapangan Paguyuban Silihwangi Majakuning, Jumanta menerangkan,  kawasan sekitar Cikaracak di wilayah Argapura termasuk area yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi saat musim kemarau tiba. 


Kondisi vegetasi kering ditambah tiupan angin di kawasan lereng gunung berpotensi mempercepat penyebaran api apabila tidak dilakukan penanganan awal secara cepat.


“Pengawasan wilayah rawan harus diperketat. Penanganan awal tidak boleh terlambat karena api di kawasan hutan bisa cepat meluas,” katanya.


Di sisi lain, ancaman terhadap kawasan TNGC dinilai bukan hanya berasal dari karhutla. Paguyuban menyampaikan keprihatinan, dengan kemungkinan adanya aktivitas perburuan liar. Ia menilai edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan hutan harus terus diperkuat, supaya aktif mencegah terjadinya kerusakan ekosistem akibat perburuan. Warga diharapkan segera melapor ke BTNGC jika menemukan aktivitas seperti ini. 


Kegiatan di Majalengka dihadiri jajaran KTH Waluya Bagja, KTH Ciremai Indah, KTH Bukit Cikaracak, KTH Caladi Sakti, dan KTH Cangehgar. Seluruh anggota Paguyuban sepakat memperkuat patroli kawasan serta turut serta mengedukasi masyarakat sekitar, agar  tidak membuka lahan dengan cara membakar.



.AY

Via Headline
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Responsive Advertisement
- Advertisment -
Responsive Advertisement

Featured Post

Program Gagal, Anggaran Menguap? LSM Frontal Desak Kejari Usut Dugaan Dana GU Disdikbud Kuningan Rp3,17 Miliar

Abas- Juli 19, 2026 0
Program Gagal, Anggaran Menguap? LSM Frontal Desak Kejari Usut Dugaan Dana GU Disdikbud Kuningan Rp3,17 Miliar
KUNINGAN, ( PK ) – Dugaan tidak tersalurkannya dana Ganti Uang (GU) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan Tahun Anggaran 2025 kem…

Most Popular

Program Gagal, Anggaran Menguap? LSM Frontal Desak Kejari Usut Dugaan Dana GU Disdikbud Kuningan Rp3,17 Miliar

Program Gagal, Anggaran Menguap? LSM Frontal Desak Kejari Usut Dugaan Dana GU Disdikbud Kuningan Rp3,17 Miliar

Juli 19, 2026
Sembilan Program Disdikbud Kuningan Tak Terlaksana, Dana GU Dipertanyakan

Sembilan Program Disdikbud Kuningan Tak Terlaksana, Dana GU Dipertanyakan

Juli 16, 2026
1.169 Mahasiswa KKN Uniku 2026 Dilepas, Bupati Dian: Hadirkan Inovasi Sederhana yang Berdampak untuk Desa

1.169 Mahasiswa KKN Uniku 2026 Dilepas, Bupati Dian: Hadirkan Inovasi Sederhana yang Berdampak untuk Desa

Juli 12, 2026

Editor Post

Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik dalam Pengangkatan PPPK, Oknum Guru SDN 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara

Diduga Memalsukan Dokumen Dapodik dalam Pengangkatan PPPK, Oknum Guru SDN 1 Cijemit Kecamatan Ciniru Terancam Dipenjara

Juli 01, 2026
Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

Gelombang Protes Guncang Desa Kalapagunung, Warga Desak Ngabihi Mundur Gara-Gara Kasus Asusila

September 30, 2025
3,1 Miliar Penggunaan Kas GU Disdik Tanpa SPJ, Eks Kadis Pendidikan Diperiksa Kejaksaan

3,1 Miliar Penggunaan Kas GU Disdik Tanpa SPJ, Eks Kadis Pendidikan Diperiksa Kejaksaan

Juli 12, 2026

Popular Post

Program Gagal, Anggaran Menguap? LSM Frontal Desak Kejari Usut Dugaan Dana GU Disdikbud Kuningan Rp3,17 Miliar

Program Gagal, Anggaran Menguap? LSM Frontal Desak Kejari Usut Dugaan Dana GU Disdikbud Kuningan Rp3,17 Miliar

Juli 19, 2026
Sembilan Program Disdikbud Kuningan Tak Terlaksana, Dana GU Dipertanyakan

Sembilan Program Disdikbud Kuningan Tak Terlaksana, Dana GU Dipertanyakan

Juli 16, 2026
1.169 Mahasiswa KKN Uniku 2026 Dilepas, Bupati Dian: Hadirkan Inovasi Sederhana yang Berdampak untuk Desa

1.169 Mahasiswa KKN Uniku 2026 Dilepas, Bupati Dian: Hadirkan Inovasi Sederhana yang Berdampak untuk Desa

Juli 12, 2026

Populart Categoris

Pemuda Kuningan

About Us

Pemuda Kuningan berkembang, berkontribusi, dan menjadi agen perubahan..

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

© pemuda kuningan (PK)
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us