Sejumlah Kepala Sekolah Merasa Senang Peredaran LKS Dihilangkan
Kuningan, pemudakuningan.id - Sejumlah kepala sekolah di Kabupaten Kuningan merasa senang dan bangga dengan keputusan untuk menghilangkan peredaran Lembar Kerja Siswa (LKS) di sekolah. Mereka berharap bahwa keputusan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan mengurangi beban siswa.
"LKS seringkali hanya menjadi beban bagi siswa, karena mereka harus mengerjakan banyak soal yang tidak relevan dengan kurikulum, saya pernah buka ,materi yang di ajarkan hari ini misalnya kalau di LKS kadang soal untuk materi semester depan" kata seorang kepala sekolah menjawab pertanyaan wartawan, Sabtu pagi ( 7/2/2026)
" Padahal kalau hanya soal di bahan ajar juga sudah ada soal untuk siswa yang sejalan dengan materi yang saat itu di ajarkan, jadi LKS tu jelas nuansanya bisnis dunia pendidikan yang jadi objek nya," tambahnya
"Waktu ada LKS, mau tidak mau kita harus banyak bohong, termasuk ke siswa juga kita mengarahkan untuk berbohong, misalnya kalau ada wartawan yang bertanya ke siswa kita arahkan supaya siswa berbohong, begitu juga guru, jadi lebih jelasnya peredaran LKS disinyalir bisa membentuk generasi pembohong," tegasnya dengan sedikit senyum sinis
Dia juga menyebutkan waktu kemarin kemarin marak peredaran LKS pihaknya merasa dilema sebab menurutnya di satu sisi peraturan larangan sudah jelas di sisi lain yang nawarin ke sekolah bahasanya sudah seizin dinas , pas di konfirmasi ke dinas bahasa nya "nggak," apa nggak tau atau pura pura nggak tau kita bingung juga . Tapi dia juga mengucap Alhamdulillah sekarang tiap sekolah sudah dikirim surat larangan Terkait penjualan LKS dengan cara apapun,dari PLT Kadisdik, Bupati dan seterusnya mengacu pada aturan pemerintah.
Dengan dihilangkannya LKS, diharapkan siswa dapat lebih fokus pada pembelajaran yang lebih interaktif dan kreatif. Selain itu, guru juga dapat lebih fleksibel dalam menyusun rencana pembelajaran.
Keputusan ini juga diharapkan dapat mengurangi biaya pendidikan bagi orang tua siswa, karena LKS seringkali menjadi salah satu komponen biaya pendidikan yang cukup besar.
"Pemerintah daerah mudah mudahan bisa memberikan dukungan kepada sekolah-sekolah yang ingin mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Semoga keputusan ini dapat membawa perubahan positif bagi pendidikan di Kabupaten Kuningan," pungkasnya.
.AY

Posting Komentar